Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Program SBDI Foundation

Admin Web OPD
Berita
22 Desember 2025 19:27:22

Image Berita


KominfoKP News- Kulon Progo, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menyambut baik program Social Business Development Indonesia (SBDI) Foundation Malang di Hacienda, Janturan, Tawangsari, Pengasih, Kulon Progo. Minggu (21/12/25), bertujuan menanamkan nilai kewirausahaan, kepemimpinan, dan kepedulian lingkungan melalui pendekatan edukatif berbasis alam.

 

Bupati Kulon Progo,Dr. R Agung Setyawan, S.T., M.Sc,M.M., dalam sambutannya mengapresiasi dan mendukung penuh program tersebut. Ia senang dan bangga melihat anak-anak dikenalkan pada kewirausahaan sejak usia dini.

 

“Saya senang sekali dan sangat bangga , terkejut karena anak-anak sudah diajari menjadi entrepreneur muda. Program ini luar biasa karena dimulai sejak dini, tanpa paksaan, dan berbasis pada kecintaan anak terhadap lingkungan, budaya, serta potensi wisata daerah,” Tutur Agung.

 

Menurutnya, pendekatan pendidikan yang mengeksplorasi minat anak dengan belajar dari alam merupakan konsep yang sangat relevan untuk dikembangkan di Kulon Progo.

 

“Belajar tidak boleh dipaksakan. Anak-anak belajar dengan alam dan lingkungannya, disertai hati, bukan karena kurikulum yang menekan, tetapi karena memanusiakan anak-anak kita,” tambahnya.

 

Bupati juga menyampaikan ketertarikannya untuk mengembangkan program serupa, khususnya dalam bidang spiritual tourism dan wellness tourism, mengingat besarnya potensi yang dimiliki Kulon Progo. “ Saya berharap program ini dapat dikaji lebih lanjut bersama perguruan tinggi agar dapat direplikasi secara berkelanjutan,”. pungkas Agung.

 

Sementara itu, perwakilan SBDI Foundation, Dr. Imam Wahyudi, menjelaskan bahwa program ini melibatkan mentor internasional dari berbagai negara.

 

“Para mentor internasional, seperti Mr. Tony Rodric dan Mr. Gerald Lisenburg, memberikan pembelajaran tentang keamanan lingkungan, keberlanjutan, serta ekspor produk Indonesia. Anak-anak kami arahkan menjadi ‘CEO kecil’ dengan target pada tahun 2026 sudah mampu menjalankan bisnis secara mandiri,” jelas Imam .

 

Ia menambahkan, program ini didukung oleh orang tua, jaringan internasional, praktisi ekspor-impor, SBDI Center, serta Global Youth United Nation. Ke depan, kolaborasi juga akan dilakukan dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

 

Program ini direncanakan akan dikembangkan di Dusun Soropadan, Tawangsari,Pengasih, Kulon Progo, dengan melibatkan masyarakat dan orang tua guna meningkatkan kapasitas ekonomi desa melalui sinergi dan dukungan jaringan internasional.

 

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Clarita, siswi kelas 3 SD , mengaku sangat menikmati pengalaman belajar di alam.

 

“Saya senang sekali belajar di alam, bisa berkumpul dengan teman-teman, dan kegiatannya sangat seru sekali,” ungkap Clarita.

 

Melalui program ini, diharapkan anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga karakter, kepedulian lingkungan, serta kesiapan menjadi generasi wirausaha masa depan.

Source: Media Center Kulon Progo

WhatsApp Chat