Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Pembukaan Bimtek Sipedet Cantik

johanf
Berita
16 Juni 2025 19:28:56

Image Berita


Temon, KominfoKP News- Sistem Pendataan Sosial Ekonomi Berbasis Keluarga Desa Cinta Statistik Tahun 2025, atau dikenal dengan sebutan Sipedet Cantik di Kulon Progo, dilaksanakan di 10 kapanewon, meliputi 76 kalurahan dengan sasaran 126.500 Kepala Keluarga (KK), melibatkan 739 petugas pendataan lapangan (PPL) dan petugas pemeriksa lapangan (PML).

 

Tahapan saat ini di Kulon Progo, bimbingan teknis (bimtek) bagi seluruh petugas tersebut, dibagi tiga gelombang, selama enam hari.

 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kulon Progo, Agung Kurniawan, S.IP., MSi. saat membuka Bimtek Sipedet Cantik, Senin (16/6), di Hotel Novotel Temon.

 

Di depan para peserta, Agung menjelaskan, kegiatan Sipedet Cantik menggunakan dana keistimewaan, bertujuan untuk meningkatkan kualitas data di tingkat kalurahan. “Program ini diinisiasi oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk membangun data yang akurat dan terpadu sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan,” tambahnya.

 

Pembukaan bimtek dihadiri Plt. Kepala BPS DIY, Ir. Herum Fajarwati, MM, dalam sambutannya dikatakan, Kulon Progo mendapat kesempatan emas menggelar pendataan seperti ini, karena tidak semua daerah bisa melakukannya. Sipedet Cantik menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) DIY dan Kulon Progo, salahsatunya sebagai pengajar bimtek.

 

Herum, didampingi Kepala BPS Kulon Progo, Drs. Sumarwiyanto menuturkan, BPS DIY mengirim 4 orang dan BPS Kulon Progo menerjunkan 11 orang sebagai tenaga pengajar, dengan materi pengunaan aplikasi statistik berbasis android dan metodologi survey antara lain meliputi kondisi tempat tinggal, pendidikan, penghasilan, hingga aset dan akses terhadap bantuan sosial. 

 

Sipedet Cantik mengacu data kependudukan, maka dipastikan tidak ada warga yang luput dari pendataan. Pendataan berbasis aplikasi tersebut, menurut Herum, dapat dipergunakan membangun program pembangunan daerah dengan evidence base planning, diikuti intervensi program karena Sipendet Cantik ini by name by address, foto individu dan bangunan rumah serta geo tagging.

 

Secara terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Baperida), Ir. Muh Aris Nugroho MMA menjawab pertanyaan manfaat pendataan ini, mengatakan “Sipedet Cantik sangat penting sebagai dasar kebijakan pembangunan dan reformasi kalurahan,” tegasnya, seraya menambahkan, Pemkab Kulon Progo nantinya akan mendapatkan hasil pendataan yang akurat, valid dan siap pakai, artinya mampu diterapkan memenuhi kebutuhan masyarakat, salah satunya berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan.

 

Sedangkan salah satu PML yang ditemui saat pelaksanaan bimtek, Aris Prasetyo Cahyono asal Bojong Panjatan mengaku senang terlibat dalam Sipedet Cantik. Ia berharap hasil pendataan bisa memberikan manfaat bagi perbaikan kesejahteraan masyarakat.

 

Sri Wahyuningsih, salah satu PPL dari Kalurahan Sidoharjo, Samigaluh, juga aktif sebagai kader kesehatan di Sidoharjo. Ia mengaku tertarik mengikuti Sipedet Cantik, karena program ini menjadi acuan pemda dalam menentukan arah kebijakan terkait kesejahteraan masyarakat. 

"Harapan saya," kata Sri, "saya dapat ikut mesukseskan program ini dengan baik, sehingga tercipta  kebijakan-kebijakan yang tepat untuk mensejahterakan masyarakat."

Source: Media Center

WhatsApp Chat