Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Mudahkan Permodalan UMKM

Admin Web OPD
Berita
08 Desember 2025 04:43:23

Image Berita


KominfoKP News- Kulon Progo, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan mendorong perbankan berpihak pada UMKM dan mempermudah dukungan permodalan usaha. Hal ini ditegaskan saat perayaan ulang tahunnya yang ke-44, PT. BPR (Bank Perekonomian Rakyat) Bank Kulon Progo (Perseroda) dan meluncurkan Program "Super KerisKu" Kredit Mikro Istimewa Kulon Progo.

 

Program dengan keuntungan bunga kredit pinjaman super rendah yaitu setengah persen (0,5%) per bulan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kulon Progo yang membutuhkan modal usaha.

 

Peluncuran ini ditandai dengan penyerahan simbol keris oleh Bupati Kulon Progo kepada Direktur Utama BPR Bank Kulon Progo, dalam acara senam masal sebagai rangkaian acara peringatan HUT BPR Bank Kulon Progo Ke-44 di Alun-alun Wates, Minggu 7/12/25.

 

Program Super KerisKu ditujukan bagi masyarakat yang sudah memiliki usaha namun masih kesulitan dalam hal permodalan, sehingga Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama BPR Bank Kulon Progo hadir memberikan kemudahan tersebut.

 

Direktur Utama Perumda BPR Bank Bank Kulon Progo (Perseroda) Joko Purnomo menuturkan bahwa kehadiran program ini untuk visi Bupati Kulon Progo untuk memberdayakan UMKM melalui kredit permodalan dengan bunga yang rendah dan jangka waktu cukup panjang.

 

"Kita memberikan jangka waktu yang cukup panjang sampai 84 bulan (7 tahun), Harapan kami pelaku usaha UMKM yang selama ini terkendala permodalan bisa memanfaatkan SuperKerisku" jelas Joko.

 

Selain kemudahan permodalan, BPR Bank Kulon Progo juga turut berperan dalam peningkatan kapasitas UMKM dengan melakukan pendampingan dan pelatihan sebagai bekal para pelaku usaha.

 

"Kita juga mengadakan pelatihan UMKM menggandeng dinas Koperasi dan UMKM di PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu), karena kita ingin membuat pelaku usaha UMKM itu berdaya dan Naik Kelas" Ungkap Joko.

 

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan turut menjelaskan bahwa peluncuran program ini juga senada dengan program nasional yaitu peningkatan sektor usaha kecil dan mikro. "0,5 persen per bulan ini juga mengacu pada program nasional untuk meningkatkan, menggairahkan sektor usaha kecil dan mikro" ucap Agung.

 

Agung juga mengatakan bahwa saat ini dari data 40 ribu pelaku usaha di Kulon Progo hanya 6.500 pelaku usaha mikro yang memiliki legalitas usaha, sehingga Agung mendorong untuk pendampingan dan percepatan legalitas usaha mikro agar pemerintah dapat berperan memberikan dukungan. "Maka tugas BPR Bank Kulon Progo bersama Dinas Perdagangan dan DisperinKopUKM untuk membina dan mengangkat derajatnya, permodalannya, menjadi usaha-usaha yang kuat di Kulon Progo" Pungkas Agung.

Source: Media Center Kulon Progo

WhatsApp Chat