Pada hari Minggu tanggal 29 Juni 2025 telah berlangsung acara Merti Padukuhan Botokan bertempat di Gedung Serbaguna Botokan. Botokan adalah nama salah satu padukuhan dari 10 padukuhan yang ada di Kalurahan Jatirejo Kapanewon Lendah Kabupaten Kulon Progo . Acara yang diawali dengan umbul donga (doa bersama) ini berlangsung sangat khidmat. Kesenian campur sari "Jati Laras" menjadi pengiring yang sangat menarik dalam acara ini. Merti padukuhan Botokan kali ini mengambil tema "Agama, Seni, lan Budaya Gawe Gumrigahing Warga". Agama dan seni dianggap sebagai dua unsur yang membangkitkan semangat, mempersatukan, dan menghidupkan kehidupan masyarakat. Agama memberi pedoman hidup, nilai moral, dan spiritual. Seni memberi keindahan, hiburan, dan ekspresi budaya. Gabungan keduanya membuat masyarakat lebih hidup, kreatif, dan harmonis.
Tujuan utama diadakan acara merti padukuhan ini adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rejeki dan segala karunia yang telah diberikan, serta memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh warga padukuhan. Selain itu, merti padukuhan bertujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga, melestarikan nilai budaya lokal, dan memperkuat nilai-nilai gotong royong serta kebersamaan. Dari segi ekonomi, kegiatan merti padukuhan ini juga merupakan salah satu upaya mendukung umkm lokal dan para penjual di sekitar untuk dapat berpartisipasi berjualan di sekitar lokasi acara.
Dalam acara merti padukuhan Botokan ini petugas sinoman atau penyaji makanan dan minuman memakai busana Jawa Gragrak Ngayogyakarta dan menyajikannya dengan cara laku dodok. Laden dengan laku dodok atau berjalan jongkok ini bisa dijumpai di masyarakat pedesaan pada zaman dulu. Sekarang sangat jarang dan pada umumnya generasi sekarang sudah tidak mengenal laden dengan berjalan jongkok. Laden laku dodok dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu yang hadir, bahkan juga sempat menjadi tradisi kala itu. Tetapi pada era saat ini, laku dodok jarang dijumpai seiring perkembangan zaman.
Ratusan sarangan dipersiapkan dalam Merti Dusun Botokan. Sarangan merupakan tempat meletakan olahan makanan seperti nasi, lauk pauk hasil dari kenduri adat yang dilakukan setiap warga dalam rangka melestarikan adat, budaya, dan tradisi. Sarangan juga merupakan simbol kerukunan warga, karena dengan sarangan warga selalu berkumpul untuk mengucapkan syukur bersama seluruh warga masyarakat tentang apa hasil, atau rezeki yang sudah didapatkan selama ini.