KominfoKP News- Kulon Progo, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kulon Progo menugaskan tim humas untuk mengabadikan momentum bersejarah pada kelompok terbang (kloter) perdana pemberangkatan jamaah haji Kabupaten Kulon Progo. Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti hari pertama operasional Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA), Selasa, (21/04/2026)
Momen bersejarah ini terasa semakin istimewa bagi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, pasalnya, kloter perdana yang menikmati fasilitas embarkasi berbasis hotel pertama di Indonesia ini adalah 354 calon jemaah haji yang merupakan warga Kulon Progo sendiri.
Diiringi doa dari keluarga dan masyarakat, sembilan armada bus yang membawa rombongan jemaah haji Kulon Progo tiba di kawasan hotel embarkasi. Kedatangan mereka langsung disambut hangat oleh para petugas dengan sistem pelayanan yang sangat memanusiakan dan ramah lansia.
Bagi warga Kulon Progo, kemudahan fasilitas ini bukan sekadar soal efisiensi waktu, melainkan juga kebanggaan daerah. Hal ini dirasakan betul oleh Siti Musfiroh, jemaah haji asal Kapanewon Temon. Penantian panjangnya sejak mendaftar di bulan Juni 2012 yang sempat tertunda pandemi kini terbayar lunas dengan pengalaman yang luar biasa.
"Saya sangat bangga sekali dengan pelayanan di embarkasi hotel ini. Sebagai warga Kulon Progo, saya merasa ikut memiliki fasilitas ini. Menginap di sini, dan besok bisa terbang (ke Tanah Suci) lewat kampung halaman sendiri, rasanya sungguh luar biasa," tutur Siti dengan senyum bahagia.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama Kantor Wilayah Kementerian Haji DIY dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memastikan kenyamanan jemaah. Plt. Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY, Jauhar Mustofa, yang turut memantau langsung di lokasi, memastikan alur kedatangan dibuat senyaman mungkin agar jemaah tidak kelelahan.
"Jemaah yang turun dari bus langsung dipandu ke sisi timur hotel dengan sistem jalur ganjil-genap untuk mencegah penumpukan. Prioritas utama kami berikan kepada jemaah yang membutuhkan pendampingan, mereka didahulukan," terang Jauhar.
Di dalam ballroom , jemaah menikmati layanan One Stop Service . Hanya dalam waktu estimasi dua jam, seluruh kebutuhan jemaah diselesaikan di satu titik. Mulai dari pemeriksaan kesehatan akhir oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) dan Dinas Kesehatan, pembagian living cost, gelang identitas, hingga penyerahan dokumen kelengkapan.
Tahun 2026 ini juga mencatatkan sejarah baru dengan adanya inovasi aktivasi Kartu Nusuk langsung di embarkasi. Pihak Syarikah dari Arab Saudi hadir langsung di Kulon Progo untuk memberikan dan mengaktivasi kartu yang menjadi akses vital menuju Makkah, Masjidil Haram, dan Arafah, Muzalifah dan Mina (Armuzna) tersebut, sehingga jemaah bisa beribadah dengan tenang tanpa kendala administrasi setibanya di Tanah Suci.
Pemkab Kulon Progo juga mengapresiasi setiap masukan dari warganya untuk penyempurnaan infrastruktur ke depan. Masukan dari Ibu Siti Musfiroh terkait area manuver parkir bus yang dirasa masih sempit, menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan pengelola untuk terus memperluas dan meningkatkan fasilitas embarkasi di masa mendatang.
Sebanyak 360 orang terdiri dari 354 jemaah Kulon Progo dan 6 petugas pendamping (Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, Tim Medis, dan Petugas Haji Daerah) akan beristirahat dengan nyaman sebelum pemberangkatan.
Rombongan dijadwalkan keluar dari embarkasi hotel pada pukul 19.30 WIB malam ini untuk menuju bandara, dan akan diterbangkan menuju Tanah Suci pada pukul 23.40 WIB.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mendoakan agar seluruh jemaah senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dalam menjalankan seluruh rukun dan wajib haji, serta kembali ke pangkuan Bumi Binangun sebagai haji yang mabrur. (PJ/AR)