KominfoKP News – Wates, di balik konsistensi pelaksanaan E-Pemilos (Pemilihan Ketua OSIS berbasis elektronik) yang kini memasuki tahun ketujuh, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kulon Progo memegang peran sentral sebagai penopang teknis. Sejak platform ini pertama kali diinisiasi oleh KPU Kulon Progo tujuh tahun silam, Dinas Kominfo secara konsisten membangun, mengembangkan, dan merawat aplikasi E-Pemilos agar tetap andal digunakan ratusan sekolah setiap tahunnya.

Aplikasi E-Pemilos dibangun dan terus disempurnakan oleh tim programmer internal Dinas Kominfo Kulon Progo. Mulai dari perancangan sistem e-voting, antarmuka pengguna yang ramah bagi siswa, hingga fitur keamanan data pemilih, seluruhnya dikerjakan dan dipelihara oleh sumber daya manusia di lingkungan Kominfo. Selain pengembangan aplikasi, Dinas Kominfo juga menyediakan layanan domain resmi untuk platform E-Pemilos serta bertanggung jawab penuh atas pengelolaan server agar sistem tetap stabil, terutama saat diakses serentak oleh ratusan sekolah pada masa pemungutan suara berlangsung.
Tidak berhenti di sisi teknis semata, Dinas Kominfo turut ambil bagian dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) E-Pemilos 2026 yang digelar di oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kulon Progo di Aula Adhikarta, Kompleks Pemkab Kulon Progo, Kamis (27/8/2026). Dalam forum ini, Kominfo memfasilitasi zoom meeting untuk peserta daring serta memberikan pelatihan teknis penggunaan aplikasi kepada para pembina OSIS dan trainer sekolah, mencakup simulasi e-voting, penanganan kendala teknis di lapangan, hingga standar operasional keamanan sistem.
Kepala Dinas Kominfo Kulon Progo, Bambang Sutrisno, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa keterlibatan Kominfo dalam E-Pemilos merupakan bagian dari komitmen jangka panjang instansinya dalam menumbuhkembangkan ekosistem digital di berbagai sektor, tidak terkecuali dunia pendidikan.
"E-Pemilos bukan sekadar aplikasi pemungutan suara. Ini adalah salah satu wujud nyata bagaimana Dinas Kominfo hadir membangun ekosistem digital yang menyentuh langsung generasi muda, sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi yang dikembangkan oleh putra-putri daerah sendiri," ujar Bambang.
Ia menjelaskan bahwa komitmen tersebut tidak hanya terhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada aspek keberlanjutan dan pendampingan. Menurutnya, sebuah sistem digital yang baik harus terus dirawat dan diperbarui mengikuti kebutuhan pengguna dari tahun ke tahun.

"Tim programmer kami terus melakukan pembaruan sistem setiap tahun, mulai dari sisi keamanan data hingga kemudahan akses, agar E-Pemilos semakin relevan dengan perkembangan zaman," tambahnya.
Bambang juga menyampaikan bahwa Dinas Kominfo memandang penyediaan domain dan pengelolaan server bagi E-Pemilos sebagai bentuk tanggung jawab menjaga integritas proses demokrasi di tingkat sekolah, mengingat kestabilan sistem menjadi penentu kelancaran pemungutan suara secara serentak di ratusan sekolah.
Lebih jauh, Bambang mengungkapkan bahwa pola kolaborasi lintas sektor semacam ini menjadi model yang ingin terus dikembangkan Dinas Kominfo ke berbagai bidang lain di luar pendidikan, seperti pelayanan publik, kesehatan, dan tata kelola pemerintahan berbasis digital.
"Kami ingin ekosistem digital ini tumbuh bukan hanya di satu sektor, tetapi menjalar ke berbagai lini kehidupan masyarakat Kulon Progo. E-Pemilos adalah salah satu contoh kecil bagaimana teknologi, jika dirawat dengan konsisten, dapat membentuk karakter dan kepercayaan generasi muda terhadap sistem yang transparan," pungkas Bambang.
Dengan dukungan penuh dari sisi pengembangan aplikasi, layanan domain, pengelolaan server, hingga pelatihan teknis bagi para trainer sekolah, Dinas Kominfo Kulon Progo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberlanjutan E-Pemilos sebagai salah satu pilar penting dalam menumbuhkan generasi muda yang melek teknologi sekaligus berintegritas dalam berdemokrasi.