Penyusunan RAD Germas di Kulon Progo Libatkan OPD

Dalam rangka mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kabupaten Kulon Progo, Dinas Kesehatan Kulon Progo menggelar koordinasi terkait penguatan implementasi Germas di Kabupaten Kulon Progo, di ruang Binangun IVB, kompleks Pemkab Kulon Progo. Rabu (4/9/2019), yang dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Kulon Progo.

Implementasi Germas di Kabupaten Kulon Progo mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 100 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Germas dan Surat Keputusan Bupati Nomor 200/A/2018 tentang Pembentukan Tim Pelaksana Germas. Koordinasi implementasi nantinya akan dilakukan penyusunan RAD Germas 2020 – 2024 disetiap OPD.

Menghadirkan narasumber Kepala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes DIY Yulia Irene Henny Wahyunarni, SKM. MPH., Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan, Sekda Kulon Progo Drs. Jazil Ambar Was’an dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kulon Progo drg. Hunik Rimawati, M.Kes.

Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan, Sekda Kulon Progo Jazil Ambar Was’an saat pemaparan menjelaskan Germas merupakan gerakan Nasional yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, Instansi, LSM, Perguruan Tinggi dan lembaga pendidikan lainnya.

“Gerakan ini akan semakin membumi dan menjadi kebutuhan masyarakat di Kulon Progo. Selain itu Germas juga terkait dengan stunting, serta penyebab kematian lebih banyak pada penyakit tidak menular, untuk itu pencegahan penyakit tidak menular melalui Germas,” ungakpnya.

Jazil Ambar Was’an menambahkan bentuk kegiatan Germas dengan melakukan aktivitas fisik, mengkonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, memeriksakan kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban.

Selain itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kulon Progo drg. Hunik Rimawati, M.Kes mengatakan program indonesia sehat yakni meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat, “Capaian Germas di Kulon Progo diantranya advokasi pembinaan perwujudan kawasan sehat seperti taman kota, kawasan terbuka hijau, kampanye Germas dan edukasi masyarakat, serta deteksi dini penyakit menular dan tidak menular di 108 di Posbindu dan sembilan di OPD, selain itu penyediaan fasilitas pelayanan di 21 Puskesmas yang terakreditasi 2017 lalu,” jelasnya.

Sementara, Kepala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes DIY Yulia Irene Henny Wahyunarni terkait RAD Germas 2020 – 2024 belum ada panduan khusus dari pusat, namun penyusunan masih menggunakan indikator 2019 dengan menyesuaikan dengan OPD dan kebutuhan daerah

“Beberapa Indikator keberhasilan Germas di beberapa sektor misalnya tingkat pendidikan yakni jumlah proporsi sekolah sehat, disektor agama yakni jumlah proporsi madrasah sehat, tempat ibadah sehat,” jelasnya.

kegiatan Germas di Instansi daerah mengupayakan dengan kegiatan fisik yang teratur, menyediakan buah dan sayur pada jamuan rapat. Selain itu Pos Binaan Terpadu (Posbindu) menggelar cek kesehatan di instansi minimal enam bulan sekali, serta kawasan tanpa rokok dan asapnya. Menciptakan perilaku hidup Cerdik yakni cek kesehatan, enyahkan asap rokok, rajin aktifitas fisik, diet gizi seimbang, istirahat cukup dan kuatkan iman dan kelola stres. MC Kulon Progo/tiara/hari


Related Articles