Dua Desa Di Kulon Progo Jadi Sasaran Monev Intervensi Pencegahan Stunting oleh Empat Kementerian RI

Dalam upaya penanganan stunting, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo fokus untuk menurunkan jumlah kasus tersebut. Masalah stunting harus diselesaikan secara terintegrasi dengan lintas sektor.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menggelar evaluasi semester pertama pelaksanaan penanganan stunting di masing – masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Kulon Progo 2019, di Balai Agung kompleks Pemkab Kulon Progo. Selasa (3/9/2019).

Dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Jumanto, S.H., serta 14 OPD dan satu PKK terkait penanganan stunting di Kabupaten Kulon Progo, dalam acara tersebut setiap OPD memaparkan program terkait kegiatan penanganan stunting.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kulon Progo drg. Hunik Rimawati, M.Kes mengatakan menuju zero stunting 2030 semua OPD dalam pencegahan stunting sudah luar biasa dan menyambut baik, Hunik berpesan OPD dalam melaksanakan kegiatan apapun tentang stunting diharapkan untuk mendokumentasikan foto atau dalam bentuk file, serta selalu di update.

“Berkaitan dengan pencegahan stunting nantinnya akan ada monitoring dan evaluasi (Monev) intervensi pencegahan stunting di Kulon Progo yang dilakukan oleh empat Kementerian Republik Indonesia pada 18 – 20 September 2019 di lokus stunting yakni Desa Nomporejo dan Sidoharjo, sedangkan empat Kementerian tersebut yang akan melakukan monev on site adalah Kemnterian Dalam Negeri, Kemenkes, Kemenku, dan Kemendikbud,” ujar Hunik.  

Hunik Rimawati menambahkan yang perlu dipersiapkan adanya monev adalah mengumpulkan sejumlah kegiatan pencegahan stunting dalam bentuk soft file di setiap OPD, yang dikumpulkan paling lambat Jumat, 6 Agustus 2019, tujuan pengumpulan kegiatan tersebut adalah sebagai penanganan untuk kegiatan yang sudah di lakukan, serta sebagai penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) dan akan dilakukan review tentang RAD tersebut.

Harapannya sebelum kunjungan tersebut pada 17 September dilakukan pertemuan dengan OPD dan instansi yang belum masuk untuk ikut mendukung penanganan stunting di Kulon Progo. Serta untuk mempersiapkan dan berkoordinasi terkait kunjungan tersebut. Nantinya juga ada pendamping penanganan stunting dari UGM yang akan membentuk Pokja stunting di masing  - masing Kecamatan sekaligus mempersiapakan monev on site.   

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Jumanto mengungkapkan menyambut baik dengan evaluasi semester pertama kegiatan penanganan stunting di Kulon Progo.

“Untuk OPD yang belum merekap kegiatan stunting segera diselesaikan karena terkait dengan rencana kunjungan tersebut secepatnya maksimal pada 6 September serta mempersiapkan dari Desa, Kecamatan, OPD terakit kunjungan serta, lokasi untuk penyambutan,” ungkapnya.

Harapanya  pelaksanaan evaluasi semester pertama penanganan stunting di Kulon Progo dapat berjalan beriringan dan mendukung Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk menurunkan jumlah kasus stunting. MC Kulon Progo/hry.


Related Articles