Upaya Pencegahan Stunting di Kulon Progo Belum Kompak

Sebagai upaya pemerintah  untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Kulon Progo, perlu adanya kerja bersama seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait untuk mengurangi angka stunting agar yang dilakukan membuahkan hasil.

Asisten pemerintahan dan kesra Jumanto, S.H., hadir dalam acara evaluasi pelaksanaan pencegahan stunting 2018/2019, di ruang Glagah kompleks Pemkab Kulon Progo, Kamis (8/8/2019).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, dr. Sri Budi Utami, M.Kes, dalam pemaparannya mengatakan pada rembuk stunting di setiap OPD untuk saat ini masih bekerja tetapi belum terintegrasi secara baik.

“Kegiatan – kegiatan yang selama ini belum terintegrasi dapat dievaluasi pada acara hari ini, sehingga segala sesuatu mengacu dari puast,” ungkapnya.

Sekilas tentang komitmen penanganan stunting untuk di cermati tentang lima pilar yakni pertama komitmen dan disiplin pimpinan, kedua kampanye nasional dan komunikasi perubahan prilaku, konvergensi program pusat, ketiga daerah dan desa, keempat ketahanan pangan dan gizi, ke lima pemantauan dan evaluasi. Sehingga menjadi evaluasi kedepan. Selain itu rencana bagaimana bisa merevisi penyempurnaan Perbub tentang penanggulangan stunting, dan keterlibatan OPD dalam penanganan stunting.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, drg. Hunik Rimawati, M.Kes mengatakan sebanyak 3.157 anak stunting di Kulon Progo berdasarkan pendataan 2018 “Masih terdapat 14,31% paling banyak kasus stunting terjadi di Kecamatan Kalibawang, Samigaluh, dan Kokap, sehingga perlu adanya penanganan yang lebih” jelasnya.

Hunik Rimawati menambahkan ada inovasi mengatasi stunting dengan fortifikasi atau penambahan zat mikro ke dalam bahan pangan tertentu untuk meningkatkan nilai gizinya, namun perlu di kaji lebih dalam lagi.

Selain itu, kasus anak balita stunting di Kulonprogo disebabkan pola asuh dan kurangnya asupan gizi. Tubuh pendek pada anak balita disebabkan karena beberapa faktor lain diantaranya, cacat dari lahir juga karena ada keluarga yang merokok.

“Nantinya akan ada kampanye untuk penanggulangan stunting pada 19 Agustus mendatang seperti talk show dengan sasaran remaja putri,” jelasnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Jumanto berharap pada evaluasi ini dan kegiatan yang sudah berlangsung dapat di tindak lanjuti sebaik – baiknya dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan.

Evaluasi ini nantinya akan ada beberapa langkah ini ditempuh untuk mengefektifkan penyelenggaraan penanggulangan stunting di kabupaten Kulon Progo, seperti revisi Perbub, kampanye stunting, konvergensi rembuk stunting tingkat kabupaten, memperkuat komunikasi antar OPD dan membuat surat rekomendasi ke bebrapa Kementrian terkait stunting. MC Kulon Progo/hry


Related Articles