FPK KP KELOMPOK 19 PEDULI BEDAH RUMAH

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo yang menamakan dirinya “Forum Peduli Kemiskinan Kabupaten Kulon Progo Kelompok-19” (FPK KP  K-19) peduli terhadap warga miskin di daerahnya, melalui program Bedah Rumah.

FPK KP K-19 beranggotakan 19 orang tersebar di beberapa OPD di Kabupaten Kulon Progo yang pada tanggal 22 Mei 2019 lalu mendapat amanah sebagai pelayan publik, pada jabatan yang dipercayakan.

Sebagai rasa syukur dan peduli terhadap sesama diwujudkan dengan menyumbangkan sebagian rezekinya untuk kaum miskin melalui kegiatan Bedah Rumah.

Sumbangan yang diberikan berupa uang sebesar Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) untuk 2 (dua) keluarga sasaran di 2 (dua) Kecamatan, masing-masing mendapatkan Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) yaitu : Mujiyem di Cekelan Rt 15/06, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih dan Keminah di Semen Rt 50/25, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.

Mereka juga mendapatkan sumbangan masing-masing sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) dari BAZNAS Kulon Progo. 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo, yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, jiwa kegotong-royongan dan kepedulian terhadap sesama lebih-lebih terhadap warga miskin harus selalu dipupuk dan dibarengi dengan rasa ikhlas.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih terhadap FPK KP K-19 yang telah peduli terhadap kaum miskin, semoga menjadi amal ibadah untuk Bapak-Ibu semua dan bermanfaat bagi penerima bantuan, dan mari kita gelorakan semangat kegotong-royongan dan kepedulian terhadap sesama ini, sehingga mereka dapat menikmati rumah yang layak huni, seperti keluarga lainnya.” Jelas Sutedjo.

Sementara perwakilan dari FPK KP K-19, Ir. Muh. Aris Nugroho, MMA, menyampaikan bahwa kepedulian ini dalam rangka ikut menyukseskan kegiatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo melalui kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap hari minggu oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, yaitu Bedah Rumah.

“Angka kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo, masih tergolong tinggi yaitu sebesar 18,03 persen (data BPS 2018), sehingga harapan kita kepedulian ini dapat sedikit membantu program pengentasan kemiskinan di Kulon Progo, dan tentu hal ini akan berhasil jika para donator atau CSR lebih banyak lagi yang peduli dan dilakukan secara terus menerus.” Ujar Aris

Ia juga menilai jiwa kegotong royongan warga masyarakat masih sangat tinggi, terbukti warga yang hadir dalam kegiatan bedah rumah sangat banyak dan berhasil memindah rumah yang lama ke tempat lain hanya dengan diangkat secara bersama-sama. (Media Center Kulon Progo/Sie-PIKP).                     


Related Articles