Kabupaten Jembrana Belajar SPBE di Diskominfo Kulon Progo

Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Kominfo Kulon Progo. Rombongan Pemkab Jembrana diterima di ruang Binangun IVB kompleks Pemkab Kulon Progo, Rabu (3/7/2019). Rombongan sebanyak tujuh orang dan dipimpin oleh Wakil Bupati Kabupaten Jembrana  I Made Kembang Hartawan, SE, MM., Didampingi Kepala Dinas Kominfo Jembrana Made Gede Budhiarta, SSTP., M.Si.

I Made Kembang Hartawan mengungkapkan maksud dan tujuan kunker tersebut untuk menambah wawasan serta ingin mengetahui lebih dalam pengelolaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diterapkan oleh Dinas Kominfo Kulon Progo.

“Kami ingin belajar dan mengetahui banyak hal tentang Kulon Progo, kami mendengar Kulon Progo ini luar biasa. Tidak hanya di bidang Teknologi Informasi (TI), juga bidang lain terutama membuat kami tercengang, adalah fanatisme pimpinan daerah, kecintaan terhadap produk – produk lokal. Seperti toko modren milik rakyat hal – hal mencintai produk lokal harus kita mulai, agar masyarakat sadar. Bali secara keseluruhan sudah memulai mencintai produk lokal dan Kulon Progo menjadi yang terdepan untuk itu.” ungkap I Made

I Made Kembang Hartawan menambahkan Di bidang Informasi Teknologi kami ingin mengetahui lebih detail perkembangannya yang sudah diterapkan.

“Saya diminta Bupati untuk menjadi ketua SPBE, karena pentingnya teknologi untuk kedepannya. Sebelumnya kami sudah berkunjung di Kabupaten lain, kebetulan Kulon Progo lebih berkembang,” pungkas I Made.   

Acara tersebut diterima oleh Sutarman, S.STP, M. Eng selaku Kepala bidang (Kabid) Aplikasi informatika (Aptika) dan jajaran kepala seksi (Kasi) Diskominfo Kulon Progo. Sutarman menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan dan kepercayaan yang diberikan.

“Kami sampaikan selamat datang di Kulon Progo, ini merupakan momentum untuk praktik terkait penyelenggaraan SPBE menuju Smart City,” kata Sutarman.

Sutarman menambahkan Indeks SPBE pemerintah Kabupaten Kulon Progo di peringkat 2.69 dengan kategori baik diatas rata - rata. Sedangkan rata – rata SPBE untuk Nasional dengan peringkat 1,98., Kementerian 2,97, Provinsi 2,27., Kota 2,17., dan Kabupaten 1,77.

Terkait dengan Smart City di Kulon Progo, Sutarman menjelaskan untuk Program 2018/2019 yang sudah berjalan di antaranya aplikasi IzinKu, Sistem Informasi Desa (SID), monev keuangan dan akuntabilitas Desa (DesaKU). Serta pengembangan prototype Desa cerdas di kawasan wisata terpadu Pule Payung, Pengembangan website layanan sekolah (SekolahKU) dan tata kelola jual beli online belabeliku.com yang melibatkan Usaha Kecil Menengah (UKM). Untuk pelaksanaan Smart city berjalan sesuai dengan roadmap yang sudah di buat. MC Kulon Progo/hry

 


Related Articles