Kembangkan Kreatifitas untuk Pemberdayaan Masyarakat Melalui KIM

Pengelolaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di tiap desa harus memiliki visi misi yang kuat ditunjang dengan program – program sebagai pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran informasi sebagai sumber pengetahuan. Seperti halnya KIM di Kulon Progo, yakni KIM Nyi Ageng Serang (NAS) Community di Taruban Kulon Rt 30/15 Desa Tuksono, Sentolo. Rabu (12/6/2019).

KIM di Kulon Progo sebagai salah satu penghubung antara Pemkab dengan masyarakat untuk menyampaikan informasi sangatlah penting, untuk menguatkan pengelolaan informasi di tiap – tiap desa di Kulon Progo.

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Dinas Kominfo Kulon Progo Ir. Heri Budi Santosa mengatakan KIM dapat menjadi wadah informasi untuk kepentingan masyarakat mengangkat potensi lokal dalam berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan dan aspek lainnya.

“Harapannya KIM tidak seperti organisasi karang taruna tetapi bisa lebih dari itu, KIM dapat lebih aktif dan intensif dalam menggelola program yang sudah dibuat, dapat aktif terus, tidak setengah – setengah, sehingga program tersebut dapat dirasakan anggota KIM dan masyarakat,” jelasnya.

Heri Budi menambahkan Dinas Kominfo akan lebih intens dalam melakukan pembimbingan dan penyuluhan dengan jalan selalu “dikarohke” yang bertujuan untuk memotivasi program – program yang sudah dilaksanakam atau yang belum dilaksanakan. Oleh karena itu kita akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan terprogram dan terukur. Hal ini dilandasi oleh legalitas baik itu berupa aturan hukum maupun wujud fisik seperti legalitas papan nama yang sudah didistribusikan ke masing – masing sekretariat. Disamping itu perlu diadakan pertemuan rutin yang terjadwal sehingga KIM dapat berkembang dan tidak stagnan.

Hal tersebut sesuai dengan visi dan misi KIM adalah terwujudnya masyarakat informasi yang dinamis sebagai dasar bagi terbentuknya masyarakat madani (civil society) yang sehat, cerdas, terampil, kretaif, inovatif, produktif, mandiri dan berbudaya tinggi.

Misinya adalah mengembangkan, memberdayakan, memfasilitasi, dan mendinamisasi pelayanan informasi melalui diseminasi informasi untuk anggota masyarakat.

Seperti salah satu contoh KIM di Kulon Progo yakni KIM NAS Community yang di Ketuai Zazin Sulaiman, terbentuknya KIM  untuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sangat penting adalah informasi.

“Partisipasi aktif dari masyarakat untuk memperoleh dan mengelola informasi sangat diperlukan. Kami mendorong masyarakat melalui beberapa program di KIM NAS Community,” jelasnya.  

Zazin Sulaiman menambahkan terkait program kegiatan KIM NAS Community antara lain pembuatan Media Center Tuksono sebagai wadah aduan warga dan sebagai sosialisasi program dari pemerintah, desa dan swasta. Pembuatan rumah merokok agar tidak merokok di dalam rumah dan pembuatan Wifi area sebagai pusat informasi dan belajar wirausaha untuk pembuatan angkringan.

sedangkan untuk program yang sudah berjalan diantaranya donor darah yang dilaksanakan tiga bulan sekali, konseling remaja, penanaman pohon jati, pengadaan rebana dan perpustakaan atau taman membaca.

“Harapannya menjadi pusat informasi dan sharing bisnis UMKM di Desa Tuksono, serta menjadi bimbingan belajar bahasa Inggris untuk masyarakat bekerja sama dengan Gajah Mada Enterprenur (GME),” ungkapnya.

KIM dengan mengembangkan diri sebagai komunitas pengguna atau pengelola dapat memberdayakan masyarakat melalui diskusi antar anggota, sehingga dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan bagi kepentingan pribadi, kelompok, masyarakat dan bangsa. MC Kulon Progo/hry


Related Articles