Suara Anak Penyandang Disabilitas

Partisipasi  anak  merupakan  salah  satu  hak  anak,  termasuk  anak  penyandang disabilitas yang harus dipenuhi. Anak penyandang disabilitas memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya tentang apa yang dirasakan  dan  harapan-harapannya  sebagaimana  diamanatkan  dalam  Pasal  24  Undang-Undang  Nomor  35Tahun  2014  tentang  Perlindungan  Anak,  dimana  Negara,  Pemerintah,  dan Pemerintah  Daerah  menjamin  Anak untuk  mempergunakan  haknya  dalam  menyampaikan pendapat sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasan Anak.

Lebih  jauh  lagi,  hak  anak  penyandang  disabilitas  juga  dijamin  dalam  Konvensi  Hak-hak Penyandang Disabilitas  serta  Undang-undang  Republik  Indonesia  no  8  tahun  2016  tentang Penyandang Disabilitas. Mengingat pentingnya negara untuk mendengarkan pendapat anak penyandang disabilitas, maka  perlu dilakukan  usaha atau kegiatan yang dapat  menampung  suara  mereka. 

Salah  satu usaha   yang   perlu   segera dilakukan   adalah   dengan   memfasilitasi   kegiatan Suara Anak Penyandang Disabilitas yang diharapkan bisa menjadi media penyampaian pendapat anak.Kegiatan  ini  diselenggarakan  oleh  Kementerian  Pemberdayaan  dan  Perlindungan  Anak Deputi Bidang Perlindungan Anak bekerjasama dengan Musik Hana Midori. Melalui   kegiatan   ini   diharapkan   kesadaran   masyarakat   akan   meningkat   dan   lebih memahami bahwa anak penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam mengembangkan  kemampuannya agar  mereka  bisa  hidup  bermartabat  seperti  anak-anak  pada umumnya.

Suara Anak Penyandang Disabilitas yang dituangkan dalam bentuk tulisan, dengan peserta anak-anak penyandang  disabilitas,  yang  terbagi  dalam  5  kategori,  yaitu  :  Disabilitas  Fisik, Disabilitas  Intelektual,  DisabilitasMental,  Disabilitas  Sensorik  dan  Disabilitas  Ganda/Multi, dengan  usia  peserta  adalah  sebelum  18  tahun,  dan khusus  untuk  anak  penyandang  disabilitas intelektual boleh sampai dibawah usia 25 tahun.

Tema penulisan Suara Anak Disabiltas adalah Dengarkan Curhatan Kami, dengan subtema :Pendidikan/Pelatihan,   Olahraga,   Seni.   Pariwisata.   Transportasi,   Kesehatan   dan   Ruang bermain. Peserta bebas memilih subtema dan menceritakan apa yang mereka alami dan harapan apa yang mereka inginkan di masyarakat. Karya tulis ini maksimum sepanjang 750 kata.

Bagi  anak  penyandang  disabilitas  yang  tidak  dapat  menulis  dalam  format  tulisan  latin, dapat  mengungkapkannya  dalam  bentuk  bahasa  isyarat  atau  dalam  bentuk  suara,  atau  dalam Huruf  Braille,  namun  pendamping  atau  orang  tua  perlu  menterjemahkannya  dalam  bentuk tulisan  latin  sesuai  ketentuan.  Video  atau  rekaman  suara  dapat  dilampirkan  disertai  dengan Surat  Pernyataan  bahwa  tulisan  yg  diterjemahkan  tersebut  benar  karya  anak  penyandang disabilitas. Pengumpulan  materi  naskah  bisa  dilakukan  mulai  8  April  2019  sampai  batas  akhir  8  Juni 2019  melalui email  suara anak disabilitas@gmail.com. 

Kegiatan  ini  tidak  dipungut  biaya  dan akan   mendapatkan   trophi   dan hadiah   dari   ibu   Menteri   Pemberdayaan   Perempuan   dan Perlindungan Anak. Kegiatan  ini  diharapkan  akan  menjadi  sarana  komunikasi  anak  penyandang  disabilitas melalui   tulisan sekaligus   sarana   edukasi   bagi   keluarga   yang   memiliki   anak   penyandang disabilitas sarana informasi bagimasyarakat luas dalam memahami anak penyandang disabilitas meningkatkan kepedulian publik terhadap anakpenyandang disabilitas; meningkatkan   kepercayaan   diri   anak   penyandang   disabilitas; dan mendukung   kebijakan  pemerintah  terhadap  anak  penyandang  disabilitas  sesuai Konvensi  Hak  Anak  Pasal  23  dan UU Nomor 35 Tahun2014.

#SuaraAnakPenyandangDisabilitas#disabilitas#disabilitasindonesia#disabilitasbisa


Related Articles