Pedagang Pasar Bendungan ‘Boyongan’

            Ratusan pedagang Pasar Bendungan yang menempati pasar relokasi pasca terbakar tiga tahun yang lalu Kamis (21/2), melakukan‘boyongan’ untuk menempati pasar bendungan yang baru saja selesai dibangun. Sambil membawa sebagian dagangan, para pedagang membentuk arak-arakan dari lokasi relokasi pasar menuju lokasi pasar yang baru, dipimpin oleh Kepala Dinas Perdagangan Kulon Progo Drs. Krissutanto. Sepanjang perjalanan mereka tampak antusias untuk melihat lokasi baru yang akan segera bisa digunakan untuk berjualan. Untuk tahap pertama, pedagang yang sebelumnya telah didaftar akan menempati los baru yang telah siap. Selanjutnya, pedagang yang menempati kios akan segera menyusul untuk bisa berjualan lagi di lokasi yang baru.

            Menurut penuturan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Pasar Bendungan Sri Haryati, semua pedagang pasar bendungan baik yang lama atau pedagang baru telah didata dan telah mendapatkan tempat sesuai dengan zonasi. Adapun zonasi dibuat sesuai dengan barang dagangan yang akan diperjualbelikan. “Semua telah terakomodir. Kita selaku Ketua APPSI selalu berkomunikasi baik dengan Dinas Perdagangan maupun para pedagang. Semua telah mendapatkan tempat, baik pedagang lama, pedagang baru maupun pedagang arakan (tidak memiliki tempat tetap) sesuai dengan zonasi masing-masing,” katanya.

            Selanjutnya, adanya informasi bahwa ada pedagang yang merasa kurang pas dengan lokasi baru maupun merasa dirugikan dengan zonasi yang dilakukan menurut Sri Haryanti hanya kurang berkomunikasi saja. Karena dalam kenyataanya setelah dilakukan komunikasi dan pendekatan para pedagang tersebut bisa menerima. “Memang tidak mudah ketika akan menempatkan pedagang yang jumlahnya hampir 900 pedagang, dalam sebuah lokasi baru. Permasalahan-permasalahan pasti akan dijumpai, tapi pada intinya sampai saat ini semua bisa terakomodir”, lanjutnya.

            Sementara itu, menurut Kepala Dinas Perdagangan Kulon Progo Drs. Krissutanto, Pasar Bendungan baru adalah pasar yang telah merepresentasikan bentuk pasar modern. Karena tidak hanya bangunan yang baru namun penataan pasar bendungan baru telah menggunakan sistem zonasi dan kedepan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik. “Pasar bendungan ini secara bentuk bangunan, sistem zonasi dalam penataan pedagang telah merepresentasikan bentuk sebagai pasar modern yang diharapkan bisa mendukung keberadaan bandara NYIA yang telah dibangun dan akan segera beroperasi,”katanya.

            Selanjutnya, Drs. Krissutanto meyakini bahwa tidak ada pedagang pasar baik pedagang lama maupun pedagang baru yang tidak terkomodir. Karena sesuai maping (pemetaan) yang telah dilakukan, jumlah bangunan yang tersedia dan banyaknya pedagang tidak ada permasalahan. Bahkan, kalau memang mau para pedagang besok telah bisa berjualan di sini, lanjutnya.

 

            


Related Articles