DATA DIFABEL MASIH SIMPANG SIUR

Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) menggelar audiensi dengan Dinas Kominfo Kulon Progo, Jumat(15/2/2019) di Ruang Binangun IV Kompleks Pemda Kulon Progo. Dalam rangka mendorong adanya Rintisan desa Inklusi yakni pembentukan kelompok difabel desa (KDD).

Turut hadir Kepala Dinas Kominfo Kulon Progo Drs.Rudiyatno,MM., Direktur SIGAB Yogyakarta Suharto, S.S.,M.A., perwakilan bidang Aplikasi Infomatika (APTIKA) dan perwakilan SKPD.

Audiensi tersebut bertujuan menjembatani menyuarakan aspirasi dan kepentingan sementara dengan pemerintah desa yang telah memiliki sistem informasi desa (SID) untuk membangun prespektif disabilitas termasuk penggelolaan data difabel desa.

Direktur SIGAB Yogyakarta Suharto dalam sambutannya mengungkapkan adanya migrasi data difabel pada SID lama yang sudah dimiliki oleh SIGAP dapat dikombain ke domain pemerintah Kulon Progo.

“Kami ingin memigrasikan data difabel SID yang sudah kami miliki, kemudian kami kombain ke domain pemerintah Kulon Progo. Dengan tujuan migrasi ini kami bisa difasilitasi dan berharap menu – menu  yang terdapat di SID lama bisa dimasukan ke SID yang baru. Agar data lebih akurat serta data lebih banyak,” kata Suharto.

Suharto menambahkan adanya satu data sangat menenarik dan kami mendukung, karena selama ini data difabel sangat simpang siur, setiap institusi memiliki data yang berbeda karena memiliki tujuan dan program yang berbeda.

“Misalnya Dinkes memiliki data difabel yang membutuhkan layanan kesehatan dan Dinas Sosial memiliki data difabel yang membutuhkan layanan kesejahteraan sosial. Pada hal difabel tidak semuanya membutuhkan layanan tersebut, tapi difabel yang tidak membutuhkan layanan tersebut juga harus ada datanya,” jelasnya.

Sementara itu Rudiyatno mengatakan menyambut baik kehadiran SIGAP dan berupaya membatu yang menjadi kesulitan SIGAP.

“Kami menyambut baik kehadiran teman-teman SIGAP dalam audiensi ini, kami berupaya membatu apa yang menjadi kesulitan, tentunya yang terkait dengan ketugasan Dinas Kominfo,” kata Rudi.

Dalam hal ini Dinas Kominfo dalam integrasi data penyandang disabilitas dari SID lama yang dihosting oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dicombaine ke SID belabeliku Kulon Progo, yang dikembangkan Dinas Kominfo dapat di sinkronisasi data penyandang disabilitas dengan Dinas Sosial, Dukcapil dan Dinkes menuju satu data.

 


Related Articles