Tertarik Program Bela Beli Pemkot Malang Kunjungi Kulon Progo

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan tim Penggerak PKK Kota Malang melaksanakan kunjungan kerja dan studi banding ke Pemkab Kulon Progo. Rombongan yang berjumlah sekitar 95 orang ini dipimpin oleh Walikota Malang, Sutiaji. Turut mendampingi  dari Dinas Perdagangan, Dinas Kominfo, Dinas Perindustrian, Dinas Pertanahan Pangan. Kesbangpol, Kabag Pemerintahan, Bagian Perekonomian kota Malang. Rombongan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo di Ruang Sermo kompleks Pemkab Kulon Progo. Hadir dalam acara tersebut Ketua penggerak PKK Kulon Progo, dr. Dwikisworo Setyowireni, SpA (K).

Maksud dan tujuan kunjungan kerja tersebut adalah mendapatkan ilmu terkait program bela beli Kulon Progo dari sumbernya secara langsung bukan melalui internet. Hal itu diungkapkan Walikota Malang, Sutiaji. Jumat (14/12).

“Kami datang kesini ingin belajar secara langsung dari sumbernya. Bela Beli Kulon Progo telah mempunyai pondasi yang Kuat, dan mengakar pada masyarakat bahwa untuk membela Kulon progo dengan membeli produk Kulon Progo. Kamipun pemerintah kota malang ingin seperti itu. Sehingga uang mengalir di kota kita sendiri. Harapannya dapat menjadi tuan rumah di kota sendiri, bukan hanya menjadi tamu dan penonton,” ungkap Sutiaji.

Sementara Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. Sutedjo menuturkan Program Bela Beli Kulon Progo menanamkan semangat kemandirian. Beberapa inovasi yang dimunculkan oelh Pemkab Kulon Progo meliputi bati gebleg renteng, ToMiRa, bedah rumah, bras daerah, produk airKu. Koperasi sebagai soko guru menguasai produksi dan konsumsi. Mengusai toko modern.

“Di Kulon Progo telah ada Toko milik rakyat (ToMiRa). Ada 17 ToMiRa, setiap ToMiRa menyediakan 20% tempatnya untuk produk lokal Kulon Progo. Jumlah produk lokal di Kulon Progo sebanyak 162 jenis,” katanya

Dipaparkan lebih lanjut tentang batik gebleg renteng, diawali dari adanya lomba desain batik khas Kulon Progo di tahun 2012 tingkat nasional, dan yang memenabgkan lomba tersebut juga putra daerah, nama karyanya adalah Batik Gebleg Renteng. Hingga saat ini, batik tersebut menjadi batik khas Kulon progo.

“Kami bersemangat memperkenalkan produk lokal Kulon progo kepada masyarakat luas. Saat ini kami juga sedang mempersiapkan adanya bandara internasional yang berada di Temon. Harapannya produk lokal Kulon progo tidak kalah dengan produk lain. Kami tidak benci asing namun kami cinta kemandirian,” ungkap Sutedjo.


Related Articles