Forum Komunikasi PPID DIY

Pengasih - Guna menjalin koordinasi, Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) se-DIY melaksanakan Forum Komunikasi PPID DIY di Omah Racikan Sehati Pengasih, Senin (19/11). Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo (Diskominfo) Kulon Progo, Heri Darmawan, A.P., M.M mewakili Kepala Diskominfo Kulon Progo Drs. Rudiyatno, M.M.

Turut hadir Ketua Komisi Informasi DIY (KID), Hazwan Iskandar Jaya, S.P., wakil Komisi Informasi DIY, Warsono, M.H. serta perwakilan PPID Kota Yogyakarta, perwakilan PPID Kabupaten Sleman, perwakilan PPID Kabupaten Bantul dan perwakilan PPID Kabupaten Gunung Kidul.

Kepala Diskominfo Kulon Progo Drs. Rudiyatno, M.M dalam sambutannya yang diwakili oleh Sekretaris Diskominfo Heri Darmawan, A.P., M.M menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Kulon Progo masuk dalam 50 Kabupaten/Kota yang terpilih untuk mewujudkan Gerakan Menuju 100 Smart City Indonesia.

"Kami ucapkan selamat datang kepada seluruh anggota PPID se-DIY, mohon maaf apabila ada penyambutan yang tidak berkenan. Semoga forum ini menjadi ajang kita untuk saling bertukar informasi," ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan sharing informasi maupun pencapaian yang telah didapatkan oleh setiap PPID yang dimulai dari PPID Yogyakarta dilanjutkan oleh PPID Gunung Kidul, PPID Bantul dan PPID Sleman.

"Gunung Kidul akan menjadi tuan rumah forum PPID selanjutnya, dimana kita akan mengundang semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan berusaha agar Bupati hadir untuk melihat perkembangan dan pencapaian kabupaten lainnya," kata Frans Edy Wardana dari PPID Gunung Kidul.

Dalam laporannya, PPID Bantul masih fokus melakukan Sosialisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang ada di pedesaan.

Berbeda dengan PPID lainnya yang bergelut dalam Smart City, PPID Kabupaten Sleman sedang mensosialisasikan hasil monev di seluruh OPD yang ada di Kabupaten Sleman, dimana hasil monev ini akan menjadi evaluasi kinerja OPD.

Ketua Komisi Informasi DIY, Hazwan Iskandar Jaya, S.P. menyampaikan bahwa diharapkan seluruh OPD dapat memperbaiki website baik dari segi tampilan dan pengelolaannya sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat, serta website menjadi bobot yang paling tinggi sebagai penyebar informasi yang terbuka dan bisa diakses.

"PPID di Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan bisa semakin aktif seperti PPID di kota lainnya dan menjadi yang terdepan secara nasional," pungkas Hazwan.


Related Articles