Dirjen Aptika RI Temui Netizen Jogja

Temu netizen Jogja terselenggara di Gunungkidul. Acara tersebut dihadiri oleh Mentri Kominfo yang diwakili oleh Dirjen Aptika Samuel, Wakil Bupati Gunungkidul, Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Hukum, Kepala Dinas Kominfo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kepala Dinas Kominfo Gunungkidul, dan Camat Pojong. Acara yang dilaksanakan di rumah makan taman Ayu Pojong tersebut turut mengundang para penggiat media sosial di Yogyakarta serta netizen di DIY. Selasa, (2/10).


Saptoyo Staf ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Sekretariat Daerah (Setda) Gunungkidul mengatakan, seluruh desa di Kabupaten Gunungkidul sudah menggunakan Sistem Informasi Desa (SID), hal tersebut dikembangkan untuk mengarah pada smart city. Tiga hal penting dalam SID adalah adanya olahdata kemiskinan, pelayanan publik dan olah informasi warga. 


“kami ucapkan terimakasih kepada nertizen di Jogja, perannya sangat besar. Selama ini netizen membantu publikasi salah satunya di sektor pariwisata untuk menyebarluaskan informasi kepariwisataan,” tambah Saptoyo.


Seperti tema yang telah diusung “Netizen Jogja Damai dan Berbudaya” semua berada di proses transformasi ke era digital, segala sistem pemerintahan berada pada basis elektronik, sama halnya dengan pelayanan pemerintah kepada masyarakat semua serba digital dan akan tuntas pada tahun 2024.


Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc Dirjen Aplikasi Informatika mengatakan bahwa pada transformasi digital manusia tidak lagi berada dalam tiga ruang ( darat,air,udara) ada satu ruang lagi yaitu siber. “di dunia siber sifatnya abadi, contohnya kita menuliskan sebuah tulisan di sosial media meskipun sudah terhapus namun masih ada rekam jejek tulisan tersebut. Dunia siber bisa di akses oleh semua orang, jadi perlu berhati-hati,” ungkapnya.

Samuel juga menambhakan, “Kunci hidup di ruang siber adalah dengan membawa budaya sopan santun dan bertatakrama. Sebagai pemerintah daerah, harus mampu membuka diri. Pemerintah tidak boleh baperan, lebih santai namun langsung pada penyelesaian permasalahan.” tambahnya.


Hal tersebut dibenarkan Antok, Owner Info Cegatan Jogja (ICJ) “Masyarakat luas masih banyak yang belum mengetahui teknologi, masih banyak yang tertipu dengan sms modus-modus penipuan. Kejahatan di era digital pun semakin banyak” kata Antok.


Dalam acara tersebut, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan menyampaikan bahwa peran netizen menjadi penting untuk mengedukasi, masyarakat harus bijak dalam bermedia terutama ditahun politik. Immawan berharap masyarakat dapat memfilter konten sara dan yang mengancam perpecahan. “untuk hadirin mari kita sebarkan informasi yang positif, semoga dengan kita menggunakan internet dengan arif dan bijaksana dapat menjadikan kita lebih baik lagi serta pesta demokrasi dapat berjalan dengan lancar,” ungkapnya.


Related Articles