Diklatpim Tingkat IV Kemenristek Dikti dalam Rangka “Benchmarking to Best Practice” di Kulon Progo

Diklatpim Tingkat IV Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dalam rangka “Benchmarking to Best Practice” pada hari ini dihadiri oleh 40 peserta dengan Wisnu Sarjono Sunarso (Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemenristek Dikti) sebagai ketua rombongan. Rombongan Diklatpim Tingkat IV yang diselenggarakan di Ruang Sermo komplek Pemkab Kulon Progo pada Selasa (2/10) ini diterima oleh Bupati Kulon Progo Dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), dan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Kepala Dinas Koperasi UMKM, serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).


Wisnu Sarjono Sunarso menyampaikan bahwa rombongan yang merupakan pegawai atau pejabat dari lingkungan kementrian di Jakarta serta dari perguruan tinggi di Indonesia hadir dengan tujuan ingin menimba ilmu mengenai inovasi-inovasi yang telah dilakukan di Kabupaten Kulon Progo, sehingga bisa menjadikan inspirasi bagi mereka dalam menjalankan tugasnya, agar dapat memberikan pelayanan yang faster, better, dan cheaper.


Menanggapi hal tersebut, Hasto memaparkan inovasi besar yang telah dijalankan untuk Kabupaten Kulon Progo antara lain memindahkan Bandara dari Kabupaten Sleman ke Kulon Progo dalam waktu tiga tahun dan membuat pelabuhan ikan di Pantai Glagah. Selain itu, inovasi lain yang dilakukan yaitu menjalankan Airku (air minum kemasan yang diproduksi di Kulon Progo) dan Tomira (Toko Milik Rakyat), serta mengajak masyarakat untuk menjalankan program “bela dan beli Kulon Progo: jika ingin membela Kulon Progo, beli lah produk-produk dari Kulon Progo”.


Hasto pun mengatakan bahwa inovasi tidak harus selalu dimulai dari hal-hal yang besar, namun dapat dimulai dari hal-hal kecil yang bisa dilakukan saat itu juga. Beliau juga mengungkapkan bahwa membangun team yang kompak dan mengubah mindset menjadi salah satu faktor yang penting dalam melakukan inovasi, karena dari mindset yang baik maka akan menghasilkan perilaku yang baik juga.


“Sekarang ini kesenjangan sosial sering memacu untuk menciptakan kesejahteraan. Saya sering sampaikan pada OPD, SKPD, pimpinan-pimpinan untuk kita menghayati kemiskinan. Jika ingin hidup baik, kerja baik, hayatilah kemiskinan dengan cara hidup sederhana dan tidak boros. Karena ide dapat berawal dari keprihatinan dan kegelisahan karena itu dapat menjadi desakan untuk melakukan perubahan,” ungkapnya.


Peserta Diklat Tingkat IV ini terlihat sangat antusias dalam menyimak pemaparan dari Bupati Kulon Progo. 

“Semuanya menarik, tapi yang paling menarik buat saya adalah terkait mindset, merubah mindset. Upaya yang lainnya luar biasa, tapi mindset ini yang saya pikir yang akan sangat berpengaruh buat kami di sektor layanan publik terutama internal,” ungkap Adrian, salah satu peserta diklatpim.



Related Articles