Koordinasi Tim Eliminasi Malaria: Tahun 2021 Kulon Progo Bebas Malaria

Dinas Kesehatan menyelenggarakan Pertemuan Tim Eliminasi Malaria bertempat di ruang Glagah PEMDA Kabupaten Kulon Progo. Malaria masih menjadi masalah kesehatan DIY terutama di Kabupaten Kulon Progo, wilayah DIY masih memiliki potensi munculnya kasus Malaria, Selasa (31/7). Tim Eliminasi Malaria dibentuk sebagai tim untuk meminimalisir penularan malaria.


Kepala Bidang Pencegahan dan Perlindungan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati menyampaikan tentang Reorientasi Eliminasi Malaria, Kulon Progo belum tereliminasi malaria, adanya tim eliminasi malaria diharapkan dapat pelakukan penelitian pada warga yang terkena malaria dan menghentikan penularan secara lokal. Target yang akan dicapai dari tim eliminasi ini yaitu tahun 2021 warga Kulon Progo bebas dari malaria dan mendapatkan sertifikat eliminasi.


“Untuk mendapatkan sertifikat eliminasi, perlu adanya pemantauan selama tiga tahun, dan selama itu tidak ada kasus penularan malaria secara lokal. Penanganan ini terfokus di dusun dengan deteksi secara dini pelaporan cepat ke puskesmas, kualitas periksaan, sosialisasi ke tenaga kesehatan dan pemantauan minum obat “ ujar Baning Rahayujati


Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Setyarini Hestu Lestari mengatakan bahwa tim eliminasi dapat meminimalisir terjangkitnya malaria menular secara lokal dengan adanya deteksi sejak dini.


“Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) juga dapat membantu meminimalisir malaria dengan melakukan kampanye hidup sehat, lingkungan sehat, makanan sehat, pengendalian penyakit menular dan tidak menular” ujar Setyarini Hestu Lestari.


Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Wilis Prasetyo menyampaikan untuk menuju eliminasi malaria Kawasan Bukit Menoreh perlu adanya surveilans migrasi yaitu kegiatan pengambilan sediaan darah orang yang baru datang dari daerah endemis dalam rangka mencegah masuknya kasus impor


“Kabupaten Kulon Progo masih ada penularan malaria, tamu pendatang  dari wilayah endemis juga dapat membawa penyakit malaria, disisi lain Kulon Progo menjadi tempat studi banding. Keadaan seperti itu membuat sangat sulit untuk menghilangkan penyakit malaria, tetapi kami dapat meminimalisir malaria” ujar Wilis Prasetyo.


Upaya pencegahan penyakit malaria dengan pengelolaan lingkungan hidup, perilaku hidup sehat, distribusi kelambu, repelent, larvasida.  


Related Articles