DINAS KEBUDAYAAN SELENGGARAKAN GELAR POTENSI KANTONG BUDAYA

Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Gelar Potensi Kantong Budaya, kegiatan tersebut  dalam rangka pelaksanan Kegiatan pembinaan dan pengembangan rintisan Desa Budaya dan Kantong Budaya. Rangkaian kegiatan dilaksanakan tanggal 22-30 Juni 2018 dan diikuti oleh 36 desa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kulon Progo.

Acara Gelar Potensi Kantong Budaya telah dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Untung Waluya, Jumat (22/6) dengan mengusung tema Melestarikan Tradisi Kembangkan Inovasi Kearifan Lokal. Penonton disuguhkan dengan tari Angguk dari Angguk Mekarsari, Bendungan serta penampilan ketoprak putri Adhidarma dari Ngestiharjo, Wates.

Laporan panitia penyelenggara yang disampaikan R. Bambang Eko Sumaryanto  bahwa tujuan diselenggarakan Gelar Potensi Kantong Budaya untuk membangun kesadaran bersama atas kepemilikan seni lokal sebagai salah satu asset budaya Indonesia, menggali potensi pelaku seni tradisi hingga menuju pada peningkatan seni modern, menyampaikan pesan edukasi pengaraahan, dan aktualisasi seni untuk memperkuat budaya lokal. Disi lain acara tersebut menjadi ruang kreatifitas masyarakat pelaku seni melalui rangkaian desa rintisan budaya dan kantong budaya.

“Gelar Potensi Kantong Budaya diawaali dengan kegiatan penguatan keilmuan yaitu melalui work shop pembinaan dan pengembangan rintisan Desa Budaya dan Kantong Budaya, sebagai implementasi nyata diselenggarakan Pesta Seni Tradisi selama 9 hari 9 malam yang terbagi menjadi 3 zona: Zona Tengah Taman Budaya Kulon Progo Tanggal 22-24 Juni 2018, Zona Selatan Lapangan Sewugalur, Galur Tanggal  25-27 Juni 2018 dan Zona Utara Lapangan Banjararum/Dekso Tanggal 28-30 Juni 2018. Dimulai siang hari pukul 12.30 s.d. pukul 24.00 WIB.” tambah Bambang

Untung Waluya selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo berharap secara organisasi Kantong Budaya menjadi Rintisan Desa Budaya dan Rintisan Desa Budaya menjadi Desa Budaya, secara fungsional masyarakat Kulon Progo dapat menghidupi dirinya melalui pendekatan kebudayaan.

“Kami berharap sebanyak 87 desa 1 kelurahan di Kulon Progo dapat menjadi desa budaya sehingga Kabupaten Kulon Progo dapat sebagai baromater pengembangan peradaban kebudayaan. Hal ini sesuai amanat UU Keistimewaan yaitu salah satu keberhasilan keistimewaan adalah bila terwujudnya desa mandiri budaya, dikatakan desa mandiri budaya kalau masing-masing desa mampu mengembangkan potensinya secara optimal baik  seni pertunjukan, kuliner, tata bahasa, boga dll.” ujarnya


Related Articles