Tribuana Manggala Bhakti akan Digelar di Ekowisata Sungai Mudal

Umat Budha di Kulon Progo yang tergabung dalam Panitia Tribuana Manggala Bhakti akan menyelenggarakan acara menjelang perayaan Waisak yakni Upacara Adat Tribuana Manggala Bhakti yang rencananya akan dilaksanakan Minggu (13/5) di Ekowisata Sungai Mudal, Banyunganti, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo.


Surahman selaku koordinator acara Tribuana Manggala Bhakti memaparkan tujuan diadakannya Upacara Adat Tribuana Manggala Bhakti untuk berperan aktif dalam mengembalikan dan menjaga kelestarian alam termasuk satwa dan fauna, melestarikan kebudayaan Jawa, mengenalkan sikap peduli terhadap lingkungan alam, menguraikan ajaran Sang Budha, mempererat tali persaudaraan antar umat Budha di Kulon Progo, serta melestarikan aspek religi dengan tidak meninggalkan unsur-unsur kebudayaan yang ada.


“Upacara Adat Tribuana Manggala Bhakti merupakan kegiatan pelestarian tiga alam yang dikemas dalam budaya Jawa. Akan ada beberapa kegiatan di dalam acara tersebut meliputi pengambilan air suci, penanaman pohon, dan pelepasan satwa. Tujuannya antara lain untuk menjaga kelestarian alam termasuk satwa dan fauna dan melestarikan kebudayaan Jawa” papar Surahman saat audiensi di Ruang Kiskendo, komplek Pemda Kulon Progo, Senin (30/4).

Asek 1 bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jumanto menyampaikan Pemda Kulon Progo sangat mengapresiasi akan adanya Upacara Adat Tribuana Manggala Bhakti, dan meminta kepada panitia untuk menjaga keamanan serta kekhidmatan saat upacara adat berlangsung.


“Selamat kepada panitia karena Upacara Adat Tribuana Manggala Bhakti akan terlaksana ke-tiga kalinya. Dimulai tahun 2016, kemudian 2017 serta harapannya di tahun 2018 ini semoga acara dapat berjalan dengan lancar. Titip pesan kepada panitia agar tetap menjaga keamanan dan kekhidmatan saat upacara adat berlangsung.” ujar Jumanto


Serangkaian Upacara Adat Tribuana Manunggal Bhakti meliputi pengambilan air suci atau tirta amerta di Ekowisata Sungai Mudal yang terletak di kaki Gunungkelir jajaran perbukitan Menoreh, upacara penanaman pohon bodhi, pelepasan satwa burung endemik Kulon Progo seperti perkutut, kutilang, trotokan dan yang terakhir pelepasan satwa ikan di sungai-sungai sekitar.

 


Related Articles