Optimalkan Lahan Pesisir Pantai di Kulon Progo, Pedukuhan II Desa Bugel Panen Raya Cabai Keriting

Dinas Pertanian Kulon Progo bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi, BI, dan pupuk kaltim menggelar Panen raya cabai keriting musim tanam 2019, di Kelompok Tani (KT) Gisik Pranaji, Pedukuhan II, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kulon Progo, Rabu (27/11/2019). Dihadiri perwakilan OPD, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam), camat Panjatan dan Desa Bugel,  Kulon Progo.

Asisten perekonomian pembangunan dan sumber daya alam Sekertariat Daerah Ir. Bambang Tri Budi Harsono, M.M. mengatakan Panen raya cabai keriting varietas laba f1 musim tanam ke dua tahun 2019, merupakan salah satu upaya dari pemerintah bersama dengan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pasir yang ada di Kulon Progo khususnya bagian selatan.

“Untuk harga cabai per kilogramnya mencapai Rp.13 ribu, penjualan cabai di Bugel ini dengan sistem lelang, hal ini sangat menguntungkan bagi petani,” jelasnya. 

Bambang Tri Budi Harsono menambahkan dukungan dari Pemerintah berupa alat mesin pertanian, insfrastuktur berupa jalan atau akses usaha tani, sarana dan prasarana perairan dan dikembangkan jaringan irigasi air tanah dangkal. Serta perlu adanya penataan kawasan, karena pohon kelapa yang ada juga harus ditata, sehingga tamnan yang ada dibawahnya dapat tumbuh, berkembang, berproduksi dengan baik.

“Harapannya semua lahan yang ada dipesisir bisa dimanfaatkan secara maksimal dalam rangka upaya peningkatan kesempatan kerja masyarakat, pendapatan dan memberikan kontibusi untuk menurunkan angka kemiskinan di Kulon Progo,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir. Aris Muhammad Nugroho, MMA mengatakan beberapa lahan sudah dioptimalkan dengan penerapan jaringan irigasi air tanah dangkal, pemerintah sudah membantu 15 kelompok tani yang ada di pesisir pantai. Tujuannya untuk pembuatan sumur, jaringan irigasi dan lainnya.

“Pembukaan lahan baru yang produktif sekitar 30 hektar per kelompok yang dibuka untuk usaha produktif tanam cabai. Harapannya setelah dibuka dengan sarana dan prasarana petani menanam sesuai dengan pola tanam,” jelasnya.

Selain itu, ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji Kulon Progo Sukarman mengatakan petani tidak bisa berbuat apa – apa jika harga cabai mengalami penurunan, harga terakhir Rp.12.800 per kilogram. Petrani tetap mendapat sedikit untung dan berharap harga cabai tetap tinggi. MC Kp/hry


Related Articles