Sambut HUT ke-68 Kulon Progo 12 Kecamatan Meriahkan Festival Nglarak Blarak

Dalam rangka memerihkan Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo ke-68, Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo bersama dengan Karang Taruna Kulon Progo menggelar acara final Nglarak Blarak dalam rangkaian Menoreh Art Festival (MAF) 2019. Nglarak Blarak diikuti oleh 12 Kecamatan se-Kabupaten Kulon Progo di Alun-alun Wates. Sabtu (12/10/2019).

Acara dibuka dengan memukul gong dilanjutkan dengan menggelindingkan keranjang oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Kebudayaan dan camat yang ada di Kulon Progo serta Forkopimda.

Kontigen dari 12 Kecamatan seKulon Progo Kecamatan Sentolo menjadi juara pertama, juara kedua diraih Kecamatan Wates. Diperingkat tiga ada Kecamatan Kokap dan peringkat empat diraih Kecamatan Temon.

Kepala Dinas Kebudayaan Drs. Untung Waluyo selaku ketua panitia mengatakan Nglarak Blarak diselenggrakan mulai dari tingkat kecamatan dan diikuti 87 desa dan 1 kelurahan. Kegiatan ini merupakan puncak final yang akan dilombakan dari juara – juara masing – masing Kecamatan.

“Sejak tiga tahun terakhir setiap September dan Oktober kita mnyelenggrakan festival nglarak blarak. Untuk menyambut hari kelahiran karang taruna, memperingati sumpah pemuda sekaligus memperingatai HUT ke -68 Kulon Progo. Festival nglarak blarak ke tiga ini merebutkan hadiah Rp83 juta. Diharapkan kedepan dapat lebih baik lagi,” jelasnya

Sementara Wakil Bupati Drs. Sutedjo dalam sambutannya mengatakan Permainan tradisional merupakan salah satu karakter dan ciri kebudayaan lokal dari Indonesia. Permainan Tradisional merupakan kekayaan budaya bangsa yang mempunyai nilai-nilai luhur untuk dapat diwariskan kepada anak-anak sebagai generasi penerus.

“Nglarak Blarak sendiri dianggap sebagai kombinasi sempurna bagi pendidikan, prestasi dan rekreasi. Harapannya adalah bahwa permainan ini nantinya juga bisa disebarluaskan lebih jauh kepada masyarakat awam, khususnya generasi muda,” ungkapnya.

Kami berharap kegiatan ini bisa diselenggarakan secara kontinyu dengan harapan masyarakat Kabupaten Kulon Progo senantiasa bisa kembali melakukan permainan tradisional milik masyarakat Kulon Progo sendiri sebagai bagian dari bangsa Indonesia tercinta ini. Selain itu permainan ini bisa dilestarikan sampai ke seluruh pelosok Nusantara sebagai sebuah warisan budaya.

Nglarak blarak yang inspirasinya diambil dari aktifitas para penderes kelapa merupakan sebuah permainan dengan menggunakan pelepah daun kelapa (blarak), alat penderes nira (bumbung), keranjang kelapa, serta diiringi oleh musik gamelan.. Secara bergangsur angsur olahraga ini mengikuti lomba tingkat Nasioanl dan Internasional, sehingga pada 2017 mendapat juara pertama Asia Pasific di Jakarta.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ketua Dewan Kebudayaan Kulon Progo, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Organisasi Pimpinan Daerah (OPD), Camat dan Kepala Desa se-Kulon Progo, Karang Taruna se-Kulon Progo maupun Purna Karang Taruna DIY dan Kulon Progo. MC Kulon Progo/hry


Related Articles