DISKOMINFO KULON PROGO KEMBALI MENJADI TUJUAN STUDI TIRU SMART CITY

Diskominfo Kabupaten Lima Puluh Kota kembali berkunjung ke Diskominfo Kulon Progo pada hari Rabu, (9/10). Rombongan kali ini berjumlah 10 orang dan di terima langsung oleh Kepala Diskominfo Kulon Progo Rudiyatno di Balai Agung, Kompleks Pemkab Kulon Progo.

Keberhasilan Kulon Progo dalam menerapkan Smart City, khusunya Smart Branding adalah alasan Diskominfo Kabupaten Lima Puluh Kota  memilih Kulon Progo menjadi tujuan dalam kunjungan kerja kali ini. Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Feri Chofa S.H, Ll.M.

"Kami sedang mengembangkan pariwisata yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota dan kebetulan kami melihat lihat informasi yang ada, ternyata di Kabupaten Kulon Progo ini, memiliki inovasi inovasi yang ada, jadi kami merasa hal ini pas sekali, kami datang kesini berkunjung. Karna saat ini kami juga sedang menyusun program smart branding" ujuar Feri.

Sebelumnya pada hari Selasa, (8/10) kemarin, Diskominfo Kabupaten Lima Puluh Kota juga telah berkunjung ke Diskominfo Kulon Progo. Kepala Bidang Aplikasi Teknologi dan Informasi, Sutarman, S.S.T.P, M.Eng memaparkan secara singkat mengenai smart branding di Kabupaten Kulon Progo.

Berkaitan dengan kunjungannya mengenai smart branding bidang pariwisata, maka Sutarman menyampaikan bahwa saat ini obyek wisata yang telah menerapkan smart branding adalah Pule Payung. Terbentuknya Pule Payung pada awalnya merupakan inisiasi masyarakat setempat kemudian ditindak lanjuti oleh pemerintah sehingga menjadi objek wisata yang terus dikembangkan hingga sampai saat ini.

"Karena tidak memiliki masalah maka kami putuskan untuk memilih Pule Payung bagai smart branding dan sudah telaksana sampai hari ini. Tanah disana juga tanah milik masyarakat bukan milik pemerintah dan dari masyarakat sendiri yang menginisiasi terbentuknya obyek wisata Pule Payung melalui organisasi Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)"  ujar Sutarman

Pada kunjungan  kali ini juga turut dihadiri oleh perwakilan dari Obyek wisata Pule Payung yang diwakili oleh eko purwanto dan dani,  yang menjelaskan snart branding yang diterapkan di objek wisata pule payung. Pule payung sendiri merupakan obyek wisata yang diangun oleh sinisasi masayarakat setempati dan juga sumber dana pun dari swadaya masyarakat. Harapannya dengan berkembangnya obyek wisata pule payung membuat ekonomi masyarakat bertambah.

"Awal mulanya hanya inisiasi warga karena kami memiliki kelompok tani yang anggotanya orang tua semua padahal kelompok tani kami sudah mendapat kejuaraan nasional. Anak muda didesa kamu lebih memilih merantau, hingga pada tahun 2016 anak muda didesa kami memutuskan kembali ke desa untuk membangun desa. Diawali dengan satu bulan pertama membuat objek wisata tetapi kami terkendala modal kemudian kami meminta masyarakat untuk ikut serta dalam pembuatan objek wisata ini. Akhirnya masyarakat banyak yang mengijinkan tanahnya digunakan untuk dibangun objek wisata, dengan konsekuensi bagi hasil. Setelah enam bulan berjalan kembali terkendala dana dan akhirnya kami kembali mendapat donatur dari salah satu dosen UGM dan setelah 7 bulan pembangunan akhirnya terbentuklah pule payung ini" ujar eko.

Panitia pule payung juga turut mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kominfo yang telah menetapkan Pule Payung sebagai objek percontohan smart branding, hal ini yang membuat objek wisata pule payung ini semakin diminati oleh wisatawan baik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. (MC/Citra/Luthfiy)


Related Articles