DROPPING AIR BERSIH OLEH PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO DALAM RANGKA HUT KULON PROGO KE-68 DI DES

Kulon Progo – Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Kulon Progo, salah satunya ialah Desa Sidomulyo Kecamatan Pengasih. Berbagai bantuan sudah diberikan dari berbagai pihak, mulai dari sekolah, swasta, dan organisasi kemasyarakatan.

Bantuan air bersih juga diberikan dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk warga Desa Sidomulyo. Bantuan ini dilakukan dalam rangka ulang tahun Kabupaten Kulon Progo ke-68. Acara tersebut dilaksanakan pada Rabu (9/10) di Pedukuhan Kemaras Desa Sidomulyo Kecamatan Pengasih.

Acara ini dihadiri langsung oleh Sekertaris Daerah Kulon Progo Ir. RM. Astungkoro, M.Hum yang didampingi oleh Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesra Jumanto, S.H beserta jajarannya.

Sekertaris Daerah RM Astungkoro mengatakan seluruh ASN dan OPD untuk membantu masyarakat yang terkena dampak kekeringan dengan memberikan bantuan tangka air bersih.

“Kami menggugah untuk seluruh ASN di Kulon Progo untuk OPD dapat membantu menambah dan meringankan beban masyarakat yang terkena dampak kekeringan. Dan alhamdulillah bisa terkumpul sekitar 107 tangki, dan ini benar-benar sesuatu upaya yang dilakukan oleh  ASN untuk meringankan beban saudara-saudara kita”, ujarnya.

RM Astungkoro juga mengatakan tujuan utama kegiatan ialah memberikan penugusan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengecek wilayah-wilayah yang setiap tahun terkena kekeringan. Rencana ke depannya jika perlu dibuatkan sumur dan bak penampungan maka akan dibuatkan.

Bantuan air bersih untuk Desa Sidomulyo berjumlah empat tangki yang berasal dari BPBD Kulon Progo, OPD dan BUMD Kulon Progo, Dinas Sosial PPPA DIY, dan PMI DIY.  

Kepala Desa Sidomulyo Kabul menjelaskan kondisi Desa Sidomulyo yang masih kekurangan air bersih sekitar 450-600 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari berbagai pedukuhan.

“Situasi di wilayah Sidomulyo selama musim kemarau terdapat 450-600 KK yang masih terkena kekeringan yang terdiri dari 6 pedukuhan, yaitu Padukahan Gondangan, Padukahan Kemaras, Padukuhan Nabin, Padukuhan Banaran, Padukuhan Talun Ombo, dan Padukuhan Secang”, ujarnya.

Kabul juga mengatakan padukahan yang paling parah terkena dampak kekeringan ialah Padukuhan Kemaras dan Banaran sekitar 100 KK yang masih kekurangan air bersih. Hal ini dikarenakan tidak adanya sumber mata air. Untuk itu sudah ada berbagai bantuan sekitar 30 tangki yang berasal dari Alumni SMA N 10 Yogyakarta, Alumni SMP N 5 Wates, Alumni SMP N 3 Pengasih, dan dari Komunitas Go-Jek dan Aerob Yogyakarta yang diberikan untuk mengatasi kekeringan ini (MC/Aksanul/Dhena).


Related Articles