YKAY Lepaskan Dua Ekor Elang

Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) melepas dua ekor elang ke habitatnya,. Elang pertama yang dilepas yakni Elang Ular Bido jantan, yang merupakan sitaan Polsek Kalibawang dan direhabilitasi sejak tahun 2011. Disusul kemudian Elang Alap Jambul betina, merupakan sitaan POLDA Jawa Timur bersama dengan Centre for Orangutan Protection (COP) dan direhabilitasi sejak tahun 2017. Pelepasan dilaksanakan di kawasan Wildlife Rescue Centre, Paingan, Sendangsari, Kulon Progo, Jumat (25/1).

 

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Untung Suripto, S.T, M.T., menyatakan bahwa kesadaran masyarakat terhadap satwa yang dilindung semakin baik.

 

Elang Ular Bido dan Alap-Alap Jambul merupakan spesies dilindungi oleh undang-undang sesuai dengan UU no 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta PP no.7 tahun 1999. Kegiatan pelepasan satwa hari ini, sebagai upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Kata Untung.

 

Sementara Koordinator Bidang Konservasi WRC Jogja, drh. Irhamna Putri, M.Sc., lembaga yang terlibat dalam acara tersebut adalah Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta, BKSDA Yogyakarta, BISA Indonesia, Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ), dan Jogja Birdbanding Club (JBC). 

 

Berdasarkan kondisi fisik,kedua elang ini sudah kami anggap siap untuk dikembalikan ke alam. Kami telah melaksanakan pengamatan selama 15 hari terhadap perilaku harian dan telah memeriksa kesehatan satwa tersebut, ungkapnya.

 

Dijelaskan lebih lanjut oleh drh. Irhamna Putri, M.Sc. bahwa untuk memudahkan monitoring satwa tersebut, pihaknya telah melakukan pemasangan cincin dan wing marker.

 

ASDA I Kulon Progo Bidang Hukum Pemerintahan dan Politik, Arif Sudarminto, S.H. berharap kasus perburuan semakin berkurang. Sehingga satwa-satwa yang dilindungi tetap lestari, bebas dan nyaman tinggal dihabitatnya.

 

“Kulon Progo juga memiliki burung khas, semoga burung khas Kulon Progo tetap dapat terpelihara. Perburuan perlu mendapat perhatian baik dari Pemda dan juga masyarakat. Perlu adanya sinergitas, kalau perlu kita buatkan tulisan atau slogan yang mengajak untuk mencintai satwa dan peduli akan keseimbangan alam,” paparnya.


Related Articles