TARIK ULUR PENENTUAN TARIF SAMPAH

Wakil Bupati Drs H. Sutedjo dan Kepala UPT Persampahan, Air limbah dan Pertamanan DPU Toni, SIP membahas persoalan mengenai tarif pelayanan Persampahan. Rapat dipimpin wakil bupati Kulon Progo, di ruang Menoreh Pemerintah Daerah (Pemda Kulon Progo). Rabu (16/1).

Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati  Drs H. Sutedjo, Kepala UPT Persampahan, Air limbah dan Pertamanan DPU Toni, SIP. Turut hadir Kabag Hukum Setda Kulon Progo Iffah Mufidati, S.H., M.M

Rapat tersebut membahas tentang tarif layanan sampah, yang dikeluhkan masyarakat terlalu tinggi. Kepala UPT persampahan Toni, SIP memaparkan tentang mekanisme perhitungan pelayanan distribusi sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) hingga Tempat Pembuangan Akhir ( TPS).

“Pada usulan perhitungan tarif keekonomian tersebut mengacu perda Kulon Progo Nomor 5 Tahun 2012, ususlan penyesuaian tarif retribusi pelayanan persampahan kebersihan, tarif tersebut terdiri atas biyaya Oprasional, Biaya Pemeliharaan, Biaya Modal untuk sampah lebih dari 6m3,” kata Toni.

Toni menambahkan Dengan catatan untuk tarif gedung/kantor lembaga swasta/badan usaha,hotel, losemen, rumah penginapandan sejenisnya disubsidi 30% dari tarif keekonomian, untuk dokter/bidan praktek menggunakan tarif kurang dari 1m3 dengan subsidi 50% dari tarif keekonomian, tarif bagi rumah sakit swasta menggunakan tarif lebih dari 1m3.

Wakil Bupati Drs H. Sutedjo mengarahkan, dalam rapat membahas tarif, jangan merasa ada OPD yang dihakimi, Adanya retribusi untuk membiayai.

“Penentuan tarif adanya cost untuk membiayai pelayanan  distribusi sampah, memberikan layanan yang sempurna membutuhkan cost yang tidak sedikit. Pembahasan tentang tarif jika terlalu tinggi mohon diturunkan, selama menjangkau dan oprasional tetap jalan, yang menentukan kenaikan penurunan harga dari Bupati”  kata Sutedjo.

Pengelolaan sampah dalam konteks pembiayan diperlukan konsekuensi dan tanggung jawab, dalam hitungan keekonomian juga harus logis.

Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) seusai upacara bendera 17 Januarai menyerahkan kendaran pengangkut sampah sejumlah empat unit, kepada satu bank sampah dan tiga Bumdes Pada kamis(17/1/2019).

Ditemu selesai upacara bendera bupati menjelaskan pemberian sepeda motor roda tiga tujuannya mengangkut sampah dari rumah tangga untuk diambil/dijemput. Kemudian dipilah dari KSM dan di TPA sudah menjadi zero plastik.

Saat dikonfirmasi mengenai tarif yang tinggi bupati menginginkan tarif yang rendah agar menjangkau masyarakat dan dibentuk linmas untuk mengawasi kegiatan penjemputan sampah.

“kemarin ada warga yang protes mengenai tarif yang tinggi, maka kita turunkan, agar kesadaran kebersihan sampah di masyarakat meningkat,” kata Hasto

Mengenai tarif yang akan turun bupati menambahkan akan di kaji ulang mengenai tarif dengan DPU, kemingkinan bisa diturunkan mengenai tarif layanan persampahan, karena ada beberapa item yang diagap masih tinggi, disektor rumah tangga, jelasnya.


Related Articles