Kulon Progo Kembali Menggelar Kontes Sapi dan Kambing PE 2019

Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo bekerja sama dengan Fakultas Peternakan UGM  menggelar Kontes Ternak Kambing Peranakan Etawa (PE) dan Sapi Potong serta Panen Pedet Upsus Siwab 2019 bertempat di Pasar Hewan Terpadu Pengasih, Kulon Progo. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi Kulon Progo yang ke-68 dan juga Lustum ke-10 Fakultas Peternakan UGM.

Acara kontes ternak kambing PE dan Sapi Potong ini merupakan acara tahunan yang sudah terselenggara untuk yang ke-5 kalinya, sedangkan untuk kegiatan Panen Pedet Upsus Siwab baru diselenggarakan pada tahun ini. Acara ini  turut dihadiri oleh I Ketut Diarmita  selaku Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Wakil Bupati Kulon Progo yang diwakili oleh Bambang Tri Budi Harsono, M.M selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sumber Daya Alam, Sugeng Darmanto selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Akhid Nuryati selaku Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, dan Ali Agus selaku Dekan Fakultas Peternakan UGM,

Kambing PE sendiri merupakan unggulan dari Kabupaten Kulon Progo oleh karena itu Nur Syamsu Hidayat selaku Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo mengatakan cara untuk menjaga kualitas kambing PE dengan cara melakukan penjaringan kambing dengan kualitas unggul, salah satu cara penjaringannya adalah dengan diadakannya kontes ini. Selanjutnya kambing yang mempunyai kualitas unggul akan dibeli menggunakan APBD daerah untuk dihibahkan kepada kelompok kambing agar nantinya dikawinkan silang dan menghasilkan kambing dengan kualitas unggul.

“Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk meningkatkan populasi dan produksi sapi potong dan kambing PE serta panen pedet sendiri memiliki tujuan untuk mengevaluasi program Upsus Siwab yakni upaya khusus sapi indukan wajib bunting” ujarnya

Kontes ini diikuti oleh kurang lebih 130 peserta dan untuk kriteria penilaian baik sapi ternak maupun kambing PE meliputi induk, calon induk, pejantan , calon pejatan dan proses penggemukannya.

Saat ini konsumsi daging sapi di Indonesia hanya kisaran 5,6 kg per orang dalam kurun waktu satu tahun. Sedangkan di Malaysia sudah mencapai 35 kg per orangnya, di Singapura mencapai 45 kg per orang. Oleh sebab itu perlu pengawasan terutama dari pihak POLRI untuk mengawasi penyembelihan sapi bunting dan indukan produktif

“Pemotongan terhadap sapi sapi putih tolong diawasi seketat mungkin, karena sapi putih adalah sapi sapi yang masih menghasilkan sapi asli (re:sapi dalam negeri). Jangan sampai pak, saya melihat dipemotongan sapi tersebut disembelih apalagi dalam keadaan bunting, karena dosa itu” ujarnya (MC Kulon Progo/Citra/Luthfiy).