SMS Penipuan Beredar Di Lingkup Pejabat  Pemkab Kulon Progo

Aksi penipuan dengan menggunakan Short Message Service (SMS) ini, mulai beredar di kalangan pejabat lingkungan Pemkab Kulon Progo sehingga membuat resah, sejak Rabu (11/9/2019). Penipuan mencatut nama wartawan yang kesehariannya melakukan peliputan di Kabupaten Kulon Progo. SMS tersebut berdalih ada wartawan yang sakit, dan pelaku meminta sumbangan kepada sejumlah pejabat dengan mencantumkan nomor rekening. Namun ketika tidak diberi, pelaku menghujat dengan mengirimkan SMS yang berisi kata-kata kasar.

Saat itu ada sejumlah pejabat yang menerima SMS, dari seseorang yang mengatasnamakan Hendri yang merupakan salah satu wartawan Kulon Progo. Dia mengabarkan jika Singgih, (wartawan yang lain) sedang sakit dan menjalani perawatan intensif di RSUP dr Sardjito. Atas kondisi inilah, pelaku minta kerelaan dari para pejabat untuk mentransfer sejumlah uang yang dialamatkan ke rekening yang disebut istri dari Singgih.

Sekretaris Diskominfo Kulon Progo, Heri Darmawan, A.P., M.M. menjelaskan, banyak pejabat esselon II hingga esselon IV yang menanyakan terkait kebenaran informasi yang ada di SMS yang disebar pelaku. Diskominfo merupakan lembaga yang menaungi keberadaan wartawan. Bahkan sampai dengan hari ini masih saja ada yang mendapatkan SMS yang sama.

“Kita pastikan semua wartawan sehat dan tidak ada yang sakit. SMS itu penipuan dan kami sudah share ke beberapa grup di Pemkab Kulonprogo untuk mengabaikan SMS tersebut,” jelas Heri.

Heri Darmawan menambahkan pelaku, juga mengirimkan kata-kata kotor yang tidak pantas ketika permintaan untuk mengirimkan sejumlah uang tidak dipenuhi. Pelaku mengirimkan beberapa SMS lagi yang mengumpat dan menjelek-jelekkan pejabat tersebut.

Sementara, Ketua Paguyuban Wartawan Kulon Progo (PWK), Asrul Sani, menghimbau kepada masyarakat dan ASN di lingkup Pemkab Kulon Progo untuk tidak menanggapi adanya SMS tersebut. Dipastikan itu SMS penipuan karena dua nama wartawan yang dicatut dalam penipuan, kondisinya sehat dan melakukan peliputan seperti biasa.

“Kami pastikan itu penipuan tidak perlu ditanggapi. Jika ragu dengan wartawan bisa datang ke Media Center,” jelasnya.

Asrul menambahkan kami mengaku prihatin dengan adanya SMS dari oknum yang mengatasnamakan wartawan. Hal ini sangat merusak nama baik dan citra wartawan. MC Kulon Progo/