PEMANDU WISATA SEBAGAI UJUNG TOMBAK PARIWISATA DAN MEMILIKI PERAN DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN

Dunia Pariwisata di Kabupaten Kulon Progo cenderung mengalami perkembangan yang signifikan, dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini terlihat dari tumbuh dan berkembangnya destinasi wisata, baik di dataran tinggi pegunungan menoreh maupun dataran rendah di sepanjang pesisir pantai selatan Kabupaten Kulon Progo.

Sudah barang tentu hal tersebut akan menjadi perbincangan hangat dan tujuan bagi para wisatawan lokal dan wisatawan asing untuk datang ke Kulon Progo.

Menurut salah seorang anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DIY, Isnani Fajri, SE hal ini merupakan kesempatan yang besar bagi Kulon Progo untuk membangun dan menata kepariwisataan ke arah yang lebih baik.

“Jika dunia wisata maju, maka daerahnya juga akan maju dan berkembang serta selalu menjadi perhatian publik yang berkemungkinan bisa berinvestasi di Kulon Progo” kata Isnani.

Oleh karena itu, Dinas Pariwisata Kulon Progo bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DIY, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Pramuwisata Indonesia (LSP Pramindo) menggelar pelatihan bagi para Pemandu Wisata.

“Diharapkan kedepan Pemandu Wisata ini dapat bekerja profesional, berwawasan luas, dan mampu menjadi ujung tombak bagi pelayanan pariwisata di Kulon Progo.” Tegas Isnani.

Pelatihan dan Sertifikasi untuk pemandu wisata di Kabupaten Kulon Progo 2019, diselenggarakan di rumah wisata Rompok Boro Dukuh, Banjarasri, Kalibawang, Selasa-Sabtu (18-22/6/2019) dan Senin-Kamis (24-27/6/2019) yang diikuti oleh 15 peserta se kecamatan di Kulon Progo.

Lebih lanjut Isnani menjelaskan, Pelatihan dan sertifikasi Pemandu Wisata ini juga bertujuan untuk memberdayakan warga masyarakat asli Kulon Progo di destinasi wisata. Mereka dibekali materi bagaimana menjadi Pemandu Wisata yang mampu memperkenalkan obyek wisata kepada masyarakat secara utuh.

“Supaya warga tidak hanya jadi penonton, tetapi menjadi pelaku dan paham terhadap daerahnya sendiri beserta social impactnya bahwa mereka salah satunya dapat menggerakkan warga masyarakatnya hidup disektor pariwisata,” terang Isnani.

Narasumber yang dihadirkan dari unsur Pemerintah, Akademisi, Media, Komunitas, dan Praktisi. Diharapkan Pemandu Wisata lebih dekat dengan Media karena mereka bisa berperan aktif menyebarluaskan informasi tentang pengembangan destinasi wisata.

Sementara itu, pihak panitia juga mengundang narasumber dari Dinas Kominfo Kulon Progo, yang dihadiri Kepala Seksi Pengelola Informasi dan Komunikasi Publik, Ir. Heri Budisantosa. DaIam materinya ia menyampaikan terkait dengan Pemerintahan dan Program Kabupaten Kulon Progo sesuai permintaan panitia.

Program – program tersebut diantaranya terkait dengan peran pemandu wisata terhadap program pembangunan di Kulon Progo. Salah satunya tentang gerakan Bela Beli Kulon Progo yang selama ini sudah didengungkan dan dilaksanakan hingga sekarang, serta inovasi dalam berbagai aspek.

Dalam paparannya, Heri juga menjelaskan terkait dengan topografi, potensi dan perkembangan pembangunan serta isu-isu strategis yang saat ini sedang digarap Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

“Diharapkan pemandu wisata tidak hanya menguasai tentang seputar kepariwisataan akan tetapi sebaiknya juga mengerti, dan memahami tentang perkembangan berbagai potensi yang ada di Kulon Progo, dengan selalu meng-up date data dan informasi terbaru.” tambah Heri.

Dengan demikian seorang pemandu wisata harus mampu mempromosikan potensi lokal untuk diperkenalkan kepada dunia luar melalui wisatawan sehingga menjadi magnet bagi wisatawan lainnya untuk berkunjung ke Kulon Progo.

“Pemandu wisata di Kulon Progo harus mengenal dan mengetahui dengan baik potensi-potensi kabupaten Kulon Progo dengan berbagai program, dan kebijakan yang dilakukan Pemerintah. Wisatawan bukan hanya mengenal dan menikmati keindahan alam, tetapi juga mengenal Kulon Progo secara utuh. Dengan begitu mereka benar-benar menjadi pemandu wisata yang profesional dalam melayani tamunya. ” jelasnya. MC Kulon Progo/hry