Sosialisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi Melalui Forum PIK R Kesatria Muda

Pemerintah Desa (Pemdes) Karangwuni menggelar kegiatan Penyuluhan Perlindungan Anak dan Remaja yang dikemas melalui Sosialisasi pada forum Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) Kesatria Muda, di Balai Desa Karangwuni, Wates. Sabtu (30/3/2019).

Kegiatan tersebut rutin diselenggarakan setiap satu bulan sekali dengan menyasar anak-anak dan remaja di Desa Karangwuni. Hal tersebut disampaikan oleh bagian Kesra Desa Karangwuni, Sugiyanto.

“Kegiatan ini kami laksanakan setiap hari Sabtu terakhir disetiap bulan dengan tema yang berbeda-beda. Peserta dari Karang Taruna di Desa Karangwuni sekitar 35 orang. Kali ini tema yang diangkat adalah pemanfaatan teknologi informasi dan dampaknya bagi anak dan remaja,” ungkapnya.

Sugiyanto menuturkan lebih lanjut pihaknya telah bekerja sama dengan Kecamatan Wates khususnya dalam pembinaan serta pengembangan PIK R di Desa Karangwuni.

“Pada kesempatan ini juga disampaikan metode konseling bagi anak dan remaja. Kegiatan seperti ini bermaksud untuk memberikan bekal kepada anak-anak dan remaja di Desa Karangwuni untuk dapat memperoleh ilmu yang lebih luas, yang mungkin tidak didapat dibangku sekolah serta mampu memanfaatkan waktu secara efisien dalam kehidupan mereka,” kata Sugiyanto.

Salah satu staf Pengelolaan Informasi Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinas Kominfo) Kabupaten Kulon Progo selaku narasumber menyampaikan teknologi informasi yang semakin pesat menjadi tantangan dan kesempatan bagi manusia untuk maju. Anak-anak dan remaja harus mampu menggunakan teknologi informasi secara bijak.

“Teknologi Informasi memberikan dampak positif dan negatif bagi anak dan remaja. Namun jika dimanfaatkan secara bijak, manfaatnya akan terasakan bahwa teknologi mampu memudahkan pekerjaan manusia,” kata Tiara.

Dampak negatif dari adanya perkembangan teknologi informasi dalam hal ini pengaruh dari gadget terhadap anak dan remaja adalah berkembangnya HOAX, kecanduan game online, pornografi dan pornoaksi, tindak kekerasan, ujaran kebencian, adanya hacker, budaya hedonis dan lainnya.

Tiara menambahkan meskipun dampak negatif dari penggunaan gadget sangat membahayakan anak-anak dan remaja namun tidak dipungkiri dampak positifnyapun ada meliputi komunikasi dapat dengan mudah dilaksanakan, sistem pembelajaran tidak harus tatap muka, ilmu dapat diperoleh dari berbagai sumber karena guru bukan satu-satunya sumber ilmu pengetahuan dan memudahkan manusia dalam menambah penghasilan melalui bisnis online.

“Teknologi dapat membantu siswa dan guru dalam proses pembelajaran, ilmu pengetahuan dapat luas diperoleh dari berbagai sumber. Kita dapat dengan mudah berbelanja barang yang kita sukai tanpa harus datang ke toko serta memudahkan transaksi ketika ingin menabung ataupun tarik tunai tanpa harus berangkat ke bank. Nyatanya teknologi sangat memusdahkan aktivitas manusia jika dipergunakan secara produktif,” ungkapnya.

Salah satu peserta sosialisasi yakni Nuring menyampaikan kegiatan sosialisasi sangat bermanfaat membuka cakrawala anak muda dalam penggunaan HP. Sehingga tidak kecanduan bersosial media ataupun main game.

“Acara ini menarik, kami diberikan tips untuk tidak kecanduan gadget salah satunya dengan membatasi paket data dalam satu bulan, menghargai lawan bicara saat berada di forum agar tidak melulu bermain HP, serta menggunakan internet untuk kepentingan kuliah,” ungkap Nuring.