DPRD Kabupaten Sidoarjo Tertarik Bela Beli Kulon Progo

Program Bela-Beli Kulon Progo lagi-lagi jadi daya tarik daerah lain untuk berkunjung ke Kabupaten Kulon Progo. Kali ini, DPRD Kabupaten Sidoarjo yang dipimpin oleh Dr. H. Emir Firdaus, S.T.,M.M bersama lima anggotanya melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Kulon Progo. Kunjungan tersebut diterima Kabid Pajak Badan Keuangan Aset Daerah Kabupaten Kulon Progo, Nasib, SE. Di Balai Agung kompleks Pemkab Kulon Progo, Wates.

Maksud dan tujuan kunjungan untuk mengetahui lebih jauh program Bela – Beli Kulon Progo serta intensifikasi dan extensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu diungkapkan Wakil Ketua 3 DPRD Kabupaten Sidoarjo Dr. H. Emir Firdaus, S.T.,M.M. Senin (25/3/2019).

Tujuan kunjungan kami dalam rangka mengunjungi daerah-daerah dengan kerativitas tinggi untuk pengembangan ekonomi masyarakat. Kami tertarik dengan kabupaten Kulon Progo.  Tertarik dengan Bela- Beli Kulon Progo, dengan berbagai macam inovasi di dalamnya yang mampu menumbuhkan semangat untuk mencapai PAD, “ ungkap Emir.

Pihaknya berharap dengan adanya kunjungan kerja, Kabupaten Sidoarjo dapat lebih jeli dalam menggali potensi daerah yang sudah ada, dapat mengembangkannya sehingga mampu menaikan PAD Kabupaten Sidoarjo.

Kabid Pajak Badan Keuangan Aset Daerah Kabupaten Kulon Progo, Nasib menuturkan Program Bela-Beli Kulon Progo menanamkan semangat kemandirian. Beberapa inovasi yang dimunculkan oleh Pemkab Kulon Progo meliputi batik gebleg renteng, ToMiRa, bedah rumah, bras daerah, produk airKu dan lainnya.

“Di Kulon Progo ada Toko Milik Rakyat (ToMiRa) sekitar 17 ToMiRa, yang menjual produk lokal di Kulon Progo. Tentang batik gebleg renteng, diawali dari lomba desain batik khas Kulon Progo di tahun 2012 tingkat nasional, gebleg merupakan makanan khas Kulon Progo yang kemudian dituangkan dalam bentuk batik yakni batik gebleg renteng,” paparnya.

Dikatakan lebih lanjut oleh Nasib, intensifikasi dan extensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kulon Progo ada 10 pajak dintaranya Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak  Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Reklame. PAD Kabupaten Kulon Progo mencapai 22 miliar sedangkan target di tahun 2019 adalah 25,4 miliar.

“Yang menjadi kendala di kami adalah keterbatasan SDM namun di tahun ini kami ada tambahan tenaga kontrak non ASN. Hal tersebut sangat membantu ketugasan kami. Mudah-mudahan target di tahun 2019 ini dapat tercapai,” ujarnya.