Dikpora Berharap PLN Tak Padamkan Listrik Saat Ujian

Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dinas Dikpora) Kabupaten Kulon Progo menggelar acara jumpa pers terkait persiapan Ujian Nasional yang difasilitasi oleh Dinas Kominfo Kulon Progo. Berlangsung di ruang Binangun IV kompleks Pemkab Kulon Progo. Kamis (14/3/2019).

Pelaksanaan Ujian tingkat SD/MI akan dilaksanakan pada 22 hingga 24 April 2019 dengan tiga mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA.

Kepala Bidang Pembinaan SD, Dinas Dikpora Kulon Progo, Suharyono mengatakan, ujian tersebut dilaksanakan pada 22 hingga 24 April mendatang dengan tiga mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA.

"Jumlah peserta yang akan mengikuti USBN di Kulon Progo sebanyak 6.122 siswa, terdiri dari 3.227 laki-laki dan 2.895 perempuan. Peserta ujian berasal dari 362 sekolah yang terdiri dari 273 SD negeri, 60 SD swasta, 3 MI negeri dan 26 MI swasta, " kata Suharyono.

Soal USBN disusun berdasarkan kisi-kisi USBN Tahun Pelajaran 2018/2019 yang ditetapkan oleh Balitbang sedangkan untuk paket soal USBN merupakan penggabungan soal. Sebanyak 20% sampai 25% soal ditetapkanoleh Kementerian dan 75% soal disusun serta ditetapkan oleh Penyelenggara USBN DIY.

Sementara itu, UNBK tingkat SMP di Kulon Progo akan dilaksanakan pada 22 hingga 25 April 2019 dengan empat mata pelajaran meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP, Sumarni, S.Pd.  mengungkapkan  jumlah siswa yang akan mengikuti UNBK sebanyak 5.964 anak. Berasal dari 79 sekolah terdiri dari 36 SMP negeri, 29 SMP swasta, 6 MTS negeri dan 8 MTS swasta.

“Untuk persiapan menjelang UNBK, 49 sekolah dapat melaksanakan UNBK secara mandiri dan  sebanyak 30 sekolah menumpang ke sekolah lain,” kata Sumarni.

Lebih lanjut Sumarni menjelaskan untuk mengantisipasi listrik padam saat pelaksanaan ujian, Dinas Dikpora Kulon Progo telah bekerjasama dengan PLN Wates.

“PLN diminta tidak melakukan pemadaman listrik saat ujian. Selain itu, juga mewajibkan pelaksana ujian menyediakan genset untuk mengantisipasi padamnya listrik,” ujarnya.