Kasus Narkoba di Kulon Progo Meningkat

Wates. Dalam rangka menggiatkan Gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan  Prekursor Narkotika (P4GN),  maka Badan Narkotika Nasional Propinsi DIY bekerja sama dengan BNK Kulon Progo  menyelenggarakan Rapat Koordinasi Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba bersama Instansi Pemerintah   di Hotel Cavinton Yogyakarta pada Rabu, 27/2.    Hadir pada kegiatan tersebut Brigjen Pol Drs. Triwarno Atmojo Kepala BNNP DIY,  Wakil Bupati Kulon Progo Drs.Sutedjo selaku Ketua BNK Kulon Progo, dan Kepala OPD  serta instansi vertikal se Kabupaten Kulon Progo. Melalui kegiatan tersebut diharapkan peran serta dan dukungan OPD terhadap program P4GN semakin nyata, mengingat potensi  Kulon Progo sebagian wilayah penyalahgunaan,  peredaran maupun pengguna narkoba cukup rawan terlebih dengan segera beroperasinya bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA).       Dalam arahannya Kepala BNN menjelaskan setidaknya ada 3 tujuan kegiatan tersebut  yakni mendorong peran aktif OPD dan instansi vertikal,  merencanakan implementasi Inpres  Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN 2018/2019 dan mensosialisasikan Surat Edaran Pelaksanaan Program P4GN dari Kementerian Penyalahgunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengenai langkah langkah P4GN bagi Aparatur Sipil Negara.  DIY sebagai kota pelajar  saat ini mengalami  perkembangan  sebagai prevalensi yang sangat  mengkhawatirkan, sehingga harus di cegah. "Saat ini Indonesia Darurat Narkoba dan Narkotika merupakan jaringan internasional dan selama ini yang banyak ditangani adalah peredaran gelapnya namun di aspek penyalahgunaan belum optimal dan yang harus kita tangani secara serius dengan melakukan pencegahan" tegas Triwarno Atmojo.    Sedangkan Sutejo selaku Ketua BNK Kulon Progo memberikan penjelasan beberapa program dan kegiatan yang dilakukan  diantaranya deklarasi Anti Narkoba,  menetapkan  kampung bebas    narkoba  dan sekolah bebas narkoba di 23 lokasi,  membentuk satgas   anti narkoba di sekolah maupun kampung, edukasi bahaya narkoba bagi masyarakat, melakukan kerjasama dalam rangka rehabilitasi pengguna dengan ponpes, dan berbagai kegiatan serta koordinasi dengan instansi terkait dalam upaya pencegahan narkoba. "Peredaran narkoba bukan hanya sekedar bisnis saja namun merupakan aktivitas politik dalam arti strategi perang modern untuk merusak generasi bangsa." ujar Sutejo.   Acara dilanjutkan  dengan diskusi dan  penyusunan Rencana Aksi kegiatan dukungan program P4GN dan Leader Komitmen untuk Perang melawan Narkoba yang diwujudkan dalam bentuk Pakta Integritas di masing masing OPD Kulon Progo.    Berdasarkan data dari BNN DIY terdapat beberapa wilayah rawan narkoba di  Kulon Progo meliputi Kecamatan  Temon, Galur dan Samigaluh. Sedangkan untuk jumlah kasus dalam kurun waktu 6 Tahun terakhir di Kulon Progo cenderung meningkat yang didominasi dengan kasus obat berbahaya dan minuman beralkohol.    Kasat Narkoba Polres Kulon Progo, AKP Munarso menjelaskan kasus penyalahgunaan  narkoba di Kulon Progo tahun ini meningkat.  " Hingga Pebruari bulan ini kami telah menangani 14 kasus penyalahgunaan narkotika di Kulon Progo".   Untuk itu pihak Polres mendukung kegiatan ini dalam rangka  koordinasi untuk pencegahan dan meminimalisasi   terjadinya kasus baru di Kulon Progo.