BEDAH RUMAH WUJUD KEPEDULIAN TERHADAP SESAMA

Seperti biasanya, Pemkab Kulon Progo pada Minggu (24/2/2019) mengadakan bedah rumah di Kecamatan Nanggulan dan Sentolo. Bedah rumah dilakukan di kediaman Tugino Kemukus Rt 42/15 desa Tanjungharjo Kecamatan Nanggulan dan Sarwidi Malangan Rt 04/02 Kecamatan Sentolo.

Bedah rumah dihadiri Wakil Bupati Drs.H. Sutedjo, Kepala Bappeda Kabupaten Kulon Progo Ir. Agus Langgeng Basuki, Camat dan Muspika Nanggulan serta Sentolo.Turut hadir perwakilan dari BAZNAS Kulon Progo, Kepala SMP Negeri 2 Nanggulan, SMP Negeri 1 Sentolo dan SMP 1 Muhammadiyah Sentolo.

Bantuan stimulan dari BAZNAS Kulon Progo diberikan langsung oleh Wakil Bupati masing – masing senilai Rp 15 juta dan bantuan juga berasal dari SMP Negeri 2 Nanggulan serta Bappeda Kabupaten Kulon Progo selaku OPD yang mendapatkan giliran.

Kegiatan bedah rumah gotong royong dilakukan bersama masyarakat sekitar dan siswa siswi dari SMP Negeri 2 Nanggulan, SMP Negeri 1 Sentolo, SMP 1 Muhammadiyah Sentolo. Bedah Rumah merupakan salah satu implementasi pendidikan karakter bagi siswa.

Dalam sambutanya saat bedah rumah, Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang harmonis. Ucapan terimakasih juga diberikan kepada BAZNAS Kulon Progo, sebagai mitra kerja yang telah membantu bedah rumah untuk mengkoordinir zakat, infaq, shodaqoh (ZIS) PNS yang ditasarufkan.

“Kami berterima kasih dan menyambut baik partisipasi dari pelajar SMP. Gotong royong adalah inti pancasila dan harus terus didorong dan dilestarikan sebagai wujud kepedulian sosial bentuk pendidikan karakter untuk siswa,” jelasnya.

Selain itu Sutedjo mengajak untuk  menggelorakan semangat kemandirian dibidang ekonomi spirit Bela Beli Kulon Progo, dengan semangat iso gawe ngopo tuku, iso nandur ngopo tuku, iso ngingu ngopo tuku,” ungkapnya.

Selain itu, bedah rumah juga merupakan bentuk kegiatan sosial untuk membantu sesama warga yang membutuhkan, serta mewujudkan rumah layak huni yang ada di Kulon Progo. Gotong royong harus selalu digelorakan, dilakukan dan menjadi tradisi.

Melalui kegiatan ini pula, siswa dibiasakan melaksanakan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat seperti gotong-royong, sopan santun, saling menghormati, dan lain sebagainya. Hal ini sesuai peraturan daerah (Perda) kabupaten Kulon Progo Nomor 18 tahun 2015 tentang Pengelolaan Pendidikan Karakter.