MALAM PUNCAK MENOREH ART FESTIVAL

Wates- Dua puluh hari sudah Menoreh Art Festival (MAF) diselenggarakan. Hajat besar milik Dinas Kebudayaan Kulon Progo yang di dukung oleh Dana Istimewa Yogyakarta ini sekaligus menjadi penutupan serangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Kulon Progo ke-67. MAF sudah berlangsung sejak tanggal 7 Oktober 2018 hingga 27 Oktober 2018. Penutupan diselenggarakan di Alun-alun Wates.

Malam puncak bisa dikatakan lebih meriah dibandingkan malam pembukaan. Hal ini terbukti dengan ramainya masyarakat Kulon Progo yang sudah memadati Alun-alun Wates sebelum acara dimulai. Penutupan MAF juga sekaligus menjadi malam pemberiaan penghargaan. Ada 224 pemenang dari beberapa kategori, namun hanya 70 yang diumumkan secara langsung dan mendapatkan penghargaan. Beberapa penghargaan yang diumumkan secara langsung adalah kategori Gladhen Jemparingan, Fashion Day Festival, Menoreh Carnival, tidak lupa untuk kategori pedesaan / kelurahan yaitu Percepatan Penerimaan Pajak Bumi tahun 2018 dan Kompetisi Olahraga dan Gala Desa.

Acara yang juga dihadiri oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang diwakili oleh Kepala Bidang Olahraga dan Pendidikan Menengah, Asisten Deputi Olahraga dan Pendidikan, Drs. Ari Mulyadi M.Pd. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kulon Progo adalah kabupaten pilihan untuk mengadakan perlombaan Gala Desa. Seperti diketahui, perlombaan Gala Desa adalah program Deputi Bidang Olahraga dan Pendidikan, Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

“Kegiatan Menoreh Art Festival diharapkan tidak hanya berhenti di panggung saja, namun juga menumbuhkan olah rasa, menyelesaikan permasalahan sosial dan ekonomi masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kebahagian kita semua,” ujar Wakil Bupati Kulon Progo.

Acara ini dibuka dengan penampilan Art for Children. Art for Children sendiri terdiri dari perwakilan siswa-siswa Sekolah Dasar (SD) yang berada di sekitar Taman Budaya Kulon Progo. Selama 1,5 bulan, para siswa tersebut dilatih di bawah asuhan Dinas Kebudayaan Kulon Progo. Dilanjutkan penampilan sendratari “Api di Gunung Menoreh”.

Menjelang akhir acara, Wakil Bupati Kulon Progo diperkenankan menutup acara MAF dengan menggunakan hiasan di kepalanya. Tak hanya itu dipenutupan MAF juga ada kegiatan menarik yakni pembagian peluit kepada seluruh penonton, dan selanjutnya ditiup bersama-sama. MAF ditutup dengan pagelaran wayang kulit dari Ki Wisnu Hadi Sugito.