DHUAWAR SEJAHTERA: BANK SAMPAH INDUK KULON PROGO

Bank Sampah Dhuawar Sejahtera secara resmi dijadikan Bank Sampah Induk di Kabupaten Kulon Progo, Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo secara langsung meresmikan sekaligus lounching sampah plastik sebagai campuran aspal. Bertempat di area Bank Sampah Dhuawar Sejahtera, Kroco, Sendangsari, Pengasih. Rabu (5/9).

Sutedjo menyampaikan masyarakat harus mampu merubah pandangan, yang dulunya sampah hanya dibuang begitu saja sekarang harus dikelola menjadi barang yang berharga , yakni dengan cara 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sampah harus dikelola  menjadi sesuatu yang memiliki nilai.

“Pengelolaan sampah harus diolah secara mandiri, melalui cara 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sampah harus dikelola  menjadi sesuatu yang memiliki nilai. Sehingga targetnya di tahun 2025 Kulon Progo bebas sampah,” kata Sutedjo.

Kabupaten Kulon Progo mulai mengolah sampah plastik sebagai campuran pembuatan aspal yang nantinya akan dipergunakan untuk perbaikan  jalan Nanggulan-Sentolo. Upaya tersebut diharapkan mampu menekan pencemaran lingkungan terlebih sampah plastik kresek.

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Penerapan Teknologi Jalan dan Jembatan Kementrian PUPR, Satrio Sang Raksono mengungkapkan sampah plastik yakni plastik kresek Indonesia terbanyak kedua setelah Cina.

“Limbah plastik Indonesia terbanyak kedua setelah Cina, penyebabnya karena sampah plastik dianggap sulit untuk didaur ulang  dan tidak memiliki nilai. Ternya setelah diteliti sampah plastik kresek bagus untuk campuran aspal sehingga aspal yang dihasilkan lebih kuat dan stabil,” katanya.

Arif Prastowo, Kepala Dinas Lingkuhan Hidup melaporkan bahwa Kulon Progo membutuhkan limbah kresek sebanyak 8,5 ton.

“Pengumpulan limbah plastik kresek melibatkan siswa dari tingkat SD, SMP serta SMK/SMA, semua siswa di Kulon Progo terlibat, dan saat ini sudah terkumpul 1,2 ton. Diakhir September target dapat terkumpul 3 ton,” ungkap Arif.