Pemberian ASI eksklusif bagi Calon Ibu dan Ibu Pekerja

ASI (Air Susu Ibu) merupakan asupan utama dan terbaik untuk bayi, namun masih banyak ibu-ibu muda, ibu pekerja, dan calon ibu yang kurang menaruh perhatian terhadap pentingnya ASI. Melalui Peraturan Bupati Nomor 2 Tahun 2015 tentang ASI Eksklusif di Kulon Progo Dinas Kesehatan Kulon Progo mengadakan Sosialisasi ASI Eksklusif.

Proses pemberian ASI eksklusif dimulai, sejak bayi lahir hingga 180 hari kedepan dengan cara IMD (Inisiasi Menyusui Dini)

“Jadi begitu bayi lahir, ditaruh di dada ibu tanpa intervensi siapapun bisa sampai mencapai puting, langsung menyusu sendiri tanpa intervensi. Itu akan memudahkan saat menyusui selanjutnya. Disitulah awalnya ASI eksklusif dimulai hingga 180 hari kedepan eksklusif full tanpa tambahan lain seperti susu formula. Bayi boleh mendapatkan susu formula ketika berada pada kondisi tertentu. Seperti, bencana yang menyebabkan terpisah jarak dengan ibu atau ibu dengan penyakit tertentu sehingga tidak disarankan menyusui” ujar Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dinas Kesehatan Kulon Progo, Suhartini di Aula Dinas Kesehatan Kulon Progo.

.Ibu-ibu yang sedang menjalankan ASI eksklusif harus mendapatkan dukungan dari orang disekitarnya, karena mereka sering mengalami kepanikan di awal-awal menyusui.

“Saat memberikan ASI eksklusif, diperlukan dukungan pada ibu. Seperti memijat, membawakan air orang tua sering panik saat 3-4 hari pertama ASI belum terlihat, tapi sebenarnya akan tetap keluar saat bayi menyusu. ASI akan tetap cukup karena bayi saat lahir lambungnya hanya sebesar kelereng. Kemudian ada pijat oksitoxin yang merupakan salah satu dukungan untuk memperlancar ASI ibu. ASI saja sampai 2 tahun juga tidak cukup, sehingga harus ada makanan selain ASI,” imbuhnya.

Posisi bayi yang benar saat menyusui yaitu, mulut bayi harus melekat dan dahi bayi menyentuh payudara. Biasanya kesalahan menyusui terjadi pada anak pertama, sehingga ibu membutuhkan pendambingan dari tenaga kesehatan.

“Kesulitan fungsional juga bayi kecil, berat badan rendah. Puting kurang lentur, payudaya bengkak. Akibatnya luka, nyeri, bengkak hingga kurang produksi asi. Setelah itu bayi disendawakan agar tidak muntah, bisa dengan duduk, bisa dengan berdiri, atau berdiri di dekapan ibu,” imbuhnya lagi.

Pemberian ASI eksklusif dikatakan berhasil ketika ibu merasa senang saat menyusui, bayi menyusu sesering mungkin, termasuk lingkungan yang mendukung kegiatan menyusui.

Bagi ibu pekerja, dibutuhkan ruang laktasi yaitu ruang khusus yang digunakan untuk ibu menyusui di kantor atau gedung tempat ibu menyusui bekerja.

“Ruang laktasi jarang direncanakan saat pembuatan gedung. Padahal itu penting lho. Banyak ibu-ibu yang akhirnya menggunakan ruang lab komputer misalnya. Karena mereka pasti mencari tempat yang nyaman dan private. Bisa juga ibu pekerja melakukan pumping ASI kemudian disimpan,” tambahnya.

ASI jika berada diluar bisa sampai 6-8 jam, tetapi kalau akan di gunakan harus dihangatkan. Di dalam termos es bisa bertahan 24 jam. Es yang digunakan harus air yang sudah direbus. Tidak boleh menggunakan air keran. Di lemari pendingin bisa bisa bertahan 2x24 jam. ASI dapat bertahan 2 Minggu bila ada di freezer 1 pintu ,dan 3 bulan di freezer 3 pintu khusus freezer ASI. Media yang disarankan adalah botol kaca. Ada juga plastic dan ada kantong ASI. Cara menghangatkanka yang baik adalah panci yang diberi air hangat, kemudian botol ASI diletakkan di air tersebut.

ASI dapat menurunkan resiko diare, sembelit, alergi, maupun obesitas. Antibodinya untuk melindungi infeksi dan alergi, ASI mengandung vitamin A, nutrisi, air, dan dapat meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayi. Ibu

Manfaat bagi ibu menurunkan resikopostpartum, mengembalikan ke ukuran semula lebih cepat, dan menurunkan resiko kanker juga. Manfaat ke keluarga ekonomis, higienis, dan praktis.