Kerajinan Tenun Lurik Tradisional Bantarjo

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mewajibkan pegawai dan siswa-siswi sekolah menggunakan tenun lurik setiap Kamis Pahing. Melihat potensi masyarakat di pedukuhan Bantarjo kemudian pada awal tahun 2016 didirikan Tenun Bantarjo dengan binaan dari Dinas Koperasi dan dana hibah untuk swadaya masyarakat,. Untuk produksi kain tenun, Dinas Koperasi memberikan 10 paket alat tenun, Selasa (28/8)

Udjik Sudaryanti, sebagai pembina turut mengembangkan berbagai hasil produk Tenun Lurik untuk di niagakan dan memberdayakan masyarakat setempat. Masyarakat setempat yang memang sudah terbiasa dengen kegiatan menenun.

 “Tenun  Bantarjo memproduksi tenun lurik dalam bentuk kain, pakaian tradisional (surjan dan kebaya), Hem dan blus yang dapat di kombinasi dengan kain katun maupun batik, topi, sarung bantal, dan selebihnya membuat sesuai pesanan” tambah Udjik

Bahan dasar untuk membuat tenun lurik yaitu benang katun yang saat ini langka dan harganya yang mahal, menjadi kendala bagi pengrajin Tenun Bntarjo.  

Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menegah Kulon Progo, Muh Haryono mendukung Tenun Bantarjo untuk mengembangkan berbagai produknya.

“ada tiga UKM tenun di Kulon Progo yang pertama Ngrojo di Nanggulan, kedua Tenun Bantarjo di Bantarjo Banguncipto Sentolo, dan Mumbul semua menggunakan alat tenun bukan mesin” ujarnya.