KEMANDIRIAN KUNCI SUKSES KIM LENTERA PURBALINGGA

 

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Kulon Progo melakukan Studi Orientasi Peningkatan Kapasitas KIM di Kabupaten Purbalingga Propinsi Jawa Tengah. Rombongan dipimpin Sekretaris Dinas Komunikasi dan informatika Kabupaten Kulon Progo, Heri Darmawan, AP,MM, beserta Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik, R.Sigit Purnomo, SIP, Kasie Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Heri Widada, dan 11 Ketua KIM yang telah dikukuhkan oleh Kepala Desa.

            Kunjungan di Kabupaten kelahiran Panglima Besar Jenderal Sudirman dan pengrajin rambut palsu serta knalpot motor ini berlangsung dua hari, Kamis dan Jumat (26-27/4), di Dinas Kominfo Kabupaten Purbalingga dan KIM Lentera di Desa Karanganyar, Purbalingga.

            Menurut Sapto Suhardiyo Kasie Komunikasi Publik Diskominfo Purbalingga, dari 18 Kecamatan di wilayahnya terdapat 12 KIM yang tersebar di 12 kecamatan. Selama ini peran Diskominfo hanya menfasilitasi kegiatan  yang ada di masing-masing KIM. Sedangkan untuk meningkatkan jumlah KIM tidak dilakukan karena sesuai dengan regulasi bahwa KIM tumbuh dari kesadaran masyarakat, karena kalau di paksakan maka dikhawatirkan akan bubar. Dari 12 KIM yang ada mempunyai kekhasan sendiri-sendiri sesuai dengan ide gagasan dari masing-masing kelompok.

            "KIM yang ada di Purbalingga, rata-rata tumbuh dari kelompok masyarakat dan bukan dari Klompencapir di era Orba, tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhan masing-masing dalam mendukung kebijakan pemerintah seperti KIM Lentera membangun Radio Komunitas, KIM Palawa yang mengembangkan website, KIM Mekarsari terkait obat herbal dari kulit manggis, KIM Mentari yang menjadi mintra BNN (Badan Narkotika Nasional),"terang Sapto.

            Sementara dalam kunjungan di KIM Lentera yang pernaih meraih prestasi terbaik di tingkat Propinsi Jawa Tengah, rombongan KIM Kulon Progo disambut dengan suasana kesederhanaan melalui obrolan lesehasan yang menjadi tradisi pertemuan selama ini.

            "Kami dalam menerima tamu maupun menyelenggarakan setiap pertemuan selalu lesehan dan tidak formal, seperti ini, karena akan mudah untuk menyampaikan usulan, saran , masukan, dari pada yang resmi akan terlihat kurang akrab,"terang Ketua KIM Lentera Pujiarto,S.Pd.

            Menurut mantan kepala sekolah ini, KIM Lentera, awalnya terbentuk dari masyarakat yang mengelola radio komunitas, sebagai sarana menyampaikan informasi kepada masyarakat sekitar khususnya di wilayah desa Karanganyar. Kemudian melihat kiprahnya, Diskominfo Kabupaten Purbalingga menyarankan untuk menjadi embrio terbentuknya KIM, yang di legalkan dengan SK Bupati Purbalingga No.555/115 tahun 2013 tanggal 28 Pebruari 2013 tentang Pembentukan KIM Lentera. 

            "Anggota KIM Lentera ini bermacam-macam unsur masyarakat desa Karanganyar ada semua, ketua karangtaruna desa ada sehingga bisa mengantarkan anggota menjadi Kepala Desa dan juga anggota DPRD Purbalingga,"kata Pujiarto bangga.

            Namun menariknya, meski mampu mengantarkan anggotanya menjadi Kades setempat, melimpahnya dana yang ada desa tak sepeserpun dikucurkan untuk membantu berlangsungnya KIM, kemandirian dan semangat dari para anggotanya yang membuat KIM Lentera masih kokoh berdiri dan menjadi rujukan setiap daerah bahkan perguruan tinggi.

            "Meski saya sebagai Kepala Desa yang di kepengurusan KIM Lentera sebagai sekretaris, namun belum ada dana desa dikucurkan untuk KIM ini, semua dari anggota yang telah mempunyai kegiatan seperti usaha kerajinan, shooting video hajatan, dan kegiatan yang disiarkan melalui radio komunitas secara sukarela,"terang Tofik.

            Menurut Tofik, sekarang radio komunitas yang dikelola sedang tidak melakukan siaran alias off, karena harus memenuhi perijinan dari Balai Monitor (Balmon) terkait penyiaran radio komunitas, sehingga tahapan perijinan penyiaran sedang di  proses, yang diharapkan tidak lama terpenuhi sehingga rakom kembali akan mengudara menyampaikan informasi ke seluruh masyarakat desa Karanganyar.

            Usai kunjungan Sekretaris  Diskominfo Kabupaten Kulon Progo, Heri Darmawan, mengatakan sangat positif adanya studi orientasi bagi Dinas dan para pengurus KIM yang  ada di Kulon Progo, karena akan mengetahui bagaimana mengelola KIM agar bisa maju dan berkembang sebagai diseminasi informasi bagi Pemerintah daerah. Inisiatif menggerakan seluruh elemen yang ada di desa sangat penting, selain kemandirian dalam mengelola KIM, sehingga tidak berpangku pada uluran dana dari pemerintah. Hal ini sudah dicontohkan oleh KIM Lentera sehingga mampu menorehkan tinta emas sebagai yang terbaik di tingkat propinsi Jawa Tengah.