Open Data Lab Jakarta Adakan Pelatihan Implementasi Satu Data Indonesia

WATES, Open Data Lab Jakarta bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Pelatihan Teknis implementasi Satu Data Indonesia Melalui Data Terbuka dan Yang Berkualitas. Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo. Peserta sejumlah 29 orang terdiri dari petugas pengumpul data dari OPD di lingkungan Kulon Progo sejumlah 23 OPD, BPS 1 orang, serta Dinas Komunikasi dan Informatika 5 orang. Bertempat di Ruang Binangun IV pemda Kulon Progo. Selasa, (20/3).

Narasumber acara tersebut dari Open Data Lab Jakarta, Kantor Staf Presiden, Lembaga Administrasi Negara serta dari Dinas Kominfo Provinsi Banda Aceh. Pelatihan berlangsung selama empat hari dimulai Selasa (20/3) samapai Jumat (23/3). Hari pertama merupakan paparan teori pengenalan satu data mulai dari latarbelakang adanya satu data, kebijakan satu data, strategi dalam pelaksanaan satu data, konsep data terbuka, hubungan satu data dengan data terbuka sampai pemanfaatan aplikasi satu data. Dilanjutkan hari kedua sampai keempat yaitu kegiatan teknis pengoperasian aplikasi satu data.

Sigit Purnomo selaku Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Serta Statistik menyampaikan bahwa tujuan adanya satu data untuk mewujudkan satu basis data yang pembangunan  yang terpusat dan terintegras, tercapaianya analisis kebijakan pembangunan yang tepat, aktual, bermutu dan akuntabel, tersusunnya perencanaan pembangunan yang terukur dan komprehensif serta terwujudnya pengendalian, pengawasan evaluasi dan pelaporan pembangunan yang terpercaya.

Sedangkan Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo berharap peserta dapat mengikuti pelatihan secara maksimal dan fokus sehingga pada akhirnya dapat diiplementasikan ke instansi masing-masing. Pembangunan nasional harus dapat berhasil setiap tahapannya. Perencanaan yang baik sangat menunjang pembangunan daerah. Perencanaan tersebut membutuhkan data yang valid sehingga persoalan data menjadi hal yang sangat penting untuk keberhasilan pembangunan. Dengan data yang valid, perancanaan yang baik maka akan bermuara pada keberhasilan pembangunan.

Salah satu daerah yang telah berhasil dalam menerapkan Satu Data adalah Provinsi Banda Aceh karena sudah 100% OPD mengupload data pada Portal satu data. Dwi Febri yang merupakan narasumber dari Dinas Kominfo Provinsi Banda Aceh menyampaikan bahwa Kulon progo merupakan kabupaten yang sangat berpotensi untuk naik level pada jenjang yang lebih tinggi. Harapannya dengan gebrakan satu data akan membawa Kulon Progo menjadi kabupaten yang open data.