Dinas Kominfo Adakan Pelatihan Aplikasi Satu Data Daerah


WATES, Pergerakan arus informasi yang semakin cepat merupakan tantangan bagi badan publik untuk senantiasa sigap dalam menanggapi permohonan informasi. Adanya data yang menunjang akan memudahkan pemohon informasi untuk mendapatkan informasi secara cepat, tepat dan akurat.  Dinas Komunikasi dan Informatika menyambut baik adanya tantangan tersebut menyelenggarakan Pelatihan Aplikasi Satu Data Daerah, bertempat di ruang rapat Binangun IV komplek pemda Kulon Progo. Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari dimulai Selasa (13/3) sampai Jumat (15/3) dengan jumlah peserta 43 orang terdiri dari perwakilan OPD dan kecamatan yang ada di kulon Progo.


Kepala Bidang Informasi, Komunikasi Publik dan statistik Sigit Purnomo mengungkapkan bahwa tujuan diadakan pelatihan aplikasi satu data daerah untuk memberikan pelatihan kepada perwakilan OPD yang bertugas sebagai pengolah data agar paham tentang tata cara dalam mengunggah data ke portal satu data. Aplikasi satu data yang digunakan adalah dari Kantor Staf Presiden dengan CKAN data.go.id.


“Adapun materi yang dibahas dalam pelatihan aplikasi satu data daerah meliputi penjelasan satu data, penggunaan aplikasi satu data, tata cara mengunggah data di portal satu data dll. Sedangkan yang menjadi prinsip satu data daerah antara lain satu standar data, satu metadata, dan satu portal data yang kemudian akan menunjang keterbukaan informasi publik, meningkatkan pelayanan publik serta meningkatkan kualitas kebijakan pemerintah.” (Tambah Sigit)


Heri Darmawan selaku Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kulon Progo menyampaikan dengan adanya pelatihan aplikasi satu data daerah akan ada persepsi yang sama antar pengolah data, memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis dalam rangka pengelolaan satu data daerah. Peran pengolah data dari masing-masing perangkat daerah sangat strategis dalam menunjang kelancaran dari proses awal terutama input data sampai dengan tahapan update data. “Kami berharap peserta untuk dapat memaksimalkan kesempatan pelatihan tersebut dengan lebih banyak diskusi dan aktif pada saat proses pembelajaran” (ungkap Heri Darmawan Rabu, 14/3)