Peringatan Hari Jadi Desa Karangsari Wujudkan Desa Berbasis Budaya

Pengasih, Pemerintah Desa Karangsari menyelenggarakan serangkaian acara dalam rangka memperingati hari jadi Desa Karangsari ke-71 tahun, antara lain pentas seni, ziarah, tirakatan dan pengajian, apel budaya, kirab budaya dan pagelaran wayang kulit. Pelaksanaan acara tersebut dilaksanakan di tempat dan waktu yang berbeda. Pentas seni dilaksanakan tanggal 27/1, Ziarah dilaksanakan di Makam Kebon Joyo, Makam Jetis, dan Jakam Ngeco tanggal 30/1, Tirakatan dan pengajian dilaksanakan di Pendopo balai Desa Karangsari tanggal 30/1, Apel Budaya dilaksanakan di Lapangan Desa Karangsari tanggal 31/1, Kirab Budaya dilaksanakan tanggal 31/1 setelah Apel Budaya dan sebagai penutup pagelaran wayang kulit dilaksanakan tanggal 3/2.

Tujuan dilaksanakannya serangkaian peringatan hari jadi Desa Karangsari ini adalah untuk melestarikan budaya jawa, seperti yang dipaparkan Mujirin selaku Pj Desa Karangasari. Termasuk juga Kirab Budaya merupakan upaya promosi serta membangun Desa Karangsari sebagai Desa yang berbasis budaya.

“Pelaksanaan acara ini bertujuan untuk melestarikan budaya leluhur/ budaya jawa, jangan sampai anak cucu lupa dengan peninggalan kebudayaan yang ada, menumbuhkan dan menguatkan jati diri budaya yang ada di Desa Karangsari sehingga warga Karangsari yang pergi merantau akan tetap kembali dengan harapan dapat membangun Desa Karangsari menjadi lebih mandiri, makmur serta mengacu pada desa wisata yang berbasis budaya.”

Acara Kirab Budaya diikuti oleh 3.500 peserta, terdiri dari 12 dusun yang ada di Desa Karangsari yakni Dusun Kamal, Kedungtangkil, Blumbang, Ringinardi, Suruhan, kopat, Dukuh, Josutan, Sendang, Ngruno, Cekelan, Gunung Penthul. Setiap dusun menyuguhkan penampilannya masing-masing dengan icon yang beraneka ragam, ada yang membawa ketupat raksasa sebagai lambang Dusun Kupat, ada yang menampilkan kesenian Jatilan, ada yang menampilkan senam dan ada juga yang membawa batu besar lambang dusun Sendang.

Antusias warga Desa Karangsari cukup tinggi, hal ini terlihat disepanjang jalan dari start sampai finish dipenuhi para penonton. Yang tidak kalah menarik adalah penampilan peserta saat display di depan panggung tamu undangan, salahsatunya display atraksi kenduri, kenduri merupakan budaya jawa, sejak agama Hindhu masuk ke Indonesia, namun tetap lestari hingga saat ini termasuk di Desa Karangsari. Hal tersebut merupakan bentuk rasa syukur terhadap Sang Pencipta atas kemakmuran dan hal baik yang telah dilimpahkan.