Lantunan Tembang Macapatan Selimuti Kamar Sandi Negara

 

Samigaluh, 30 Agustus 2017 - Kamar Sandi Negara terletak di kawasan perbukitan Dusun Dukuh Desa Purwoharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo. Kamar Sandi Negara merupakan saksi sejarah perjuangan bangsa saat mempertahankan kemerdekaan di wilayah Samigaluh. Macapatan rutin Dinas Kebudayaan Kulon Progo yang diadakan setiap Malam Kamis Pon (pasaran jawa) dilaksanakan di Kamar Sandi Negara dengan menampilkan Paguyuban Macapat "Sekar Arum " dari Dusun Wanagiri Desa Sidoharjo Kecamatan Samigaluh. Paguyuban Macapat "Sekar Arum" dibentuk Tahun 2009 dengan anggota keseluruhan 30 orang terdiri dari anak usia SD,SLTP,SLTA sampai usia lanjut, ketua paguyuban Sulistyo menyatakan bahwa macapat selain untuk melestarikan budaya juga sebagai wahana silaturahmi serta hiburan, setiap bulan sekali diadakan kegiatan arisan dilanjutkan latihan macapatan, hal itu selaras dengan apa yang diungkapkan oleh Astian Raihan Nanda siswa MTS Sidoharjo serta Lulu Dian Novita Siswi SD Madigondo bahwa keduanya suka dengan macapat, selain sebagai hiburan juga untukj melestarikan budaya jawa. Macapat adalah kisah perjalanan hidup manusia dari lahir hingga meninggal dunia yang diungkapkan melalui tembang (lagu) misal tembang Maskumambang,Mijil, Kinanthi, Sinom, Asmaradana, Gambuh dan lainnya.
Bupati Kulon Progo dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dalam sambutannya yang di bacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Drs. R. Agus Santosa, M.A. bahwa macapatan rutin dilaksanakan di Kamar Sandi Negara sebagai bentuk upaya bersama melestarikan budaya serta melestarikan tempatnya (Kamar Sandi Negara) agar kedepanya nanti bisa dirasakan oleh anak cucu generasi penerus, maka dari itu bahwa seni macapatan bisa dilestarikan sebagai jati diri orang jawa sehingga tidak akan mudah terkikis oleh budaya luar. Maka dari itu ajakan untuk semua paguyuban macapatan di Kulon Progo untuk terus mewariskan macapatan kepada anak cucu karena nantinya akan menjadi generasi penerus yang melanjutkan budaya tersebut.
Wru Hantoro Dinas Kebudayaan menyampaikan bahwa kegiatan macapatan rutin sudah dirintis sejak 18 tahun yang lalu bertempat di Rumah Dinas Bupati, mulai tahun 2017 ini macapatan rutin dilaksanakan berpindah-pindah tempat disesuaikan dengan asal paguyuban macapatan yang akan tampil dan diadakan di tempat-tempat yang mempunyai nilai sejarah di wilayah Kulon Progo. Macapatan tidak bisa dipisahkan dari masyarakat jawa karena macapatan itu sendiri merupakan cerita kehidupan sehari-hari, maka dari itu macapatan akan terus dilestarikan sebagai warisan budaya Kulon Progo yang penuh dengan makna, filosofi serta kearifan lokal.