Disperpusip Kulon Progo Layani Pengunjung Penyandang Disabilitas

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kulon Progo mengembangkan sebuah terobosan baru dengan menyediakan pelayanan bagi pengunjung disabilitas (penyandang cacat). Terobosan tersebut menjadi salah satu poin dari beberapa program lain sebagai bentuk peningkatan pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan publik. Selain layanan bagi pengunjung penyandang disabilitas, Disperpusip melucurkan beberapa program kerja diantarannya, sedekah buku, peluncuran dan bedah buku ‘bela beli’ Kulon Progo karangan dr. Hasto Wardoyo, SpoG (K), digitalisasi arsip, komitmen kades dengan pelaksanaan perpustakaan desa sebagai penggerak pembangunan dan ‘Gramedia Book Fair 2017’.
Demikian dikatakan Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulon Progo Drs. Harminto,MM, Kamis (6/7), di Halaman Disperpusip dalam acara pencanangan program 100 hari Bupati Kulon Progo dan pembukaan ‘Gramedia Book Fair 2017’. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan se-DIY, Kepala OPD di lingkungan pemkab Kulon Progo, guru beserta puluhan anak-anak sekolah dan undangan yang lainnnya. Pelayanan terhadap penyandang disabilitas merupakan bentuk terobosan guna memberikan pemahaman terhadap masyarakat bahwa Disperpusip bukan hanya diperuntukkan bagi golongan tertentu namun melayani semua lapisan masyarakat. "Untuk mendukung bentuk pelayanan terhadap penyandang disabilitas kita memiliki fasilitas berupa kursi roda, komputer bagi penyandang tuna netera maupun koleksi buku-buku dengan huruf braile," kata Harminto.
Selanjutnya, program lainnya seperti sedekah buku diberikan oleh berbagai kalangan seperti masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkungan pemkab Kulon Progo, organisasi maupun dari Toko Buku Gramedia. Buku-buku yang diberikan ke Disperpusip merupakan buku-buku yang masih layak baca dan masing-masing minimal 2 buah buku. Progam perpustakaan desa sebagai penggerak pembangunan, dicanangkan di 4 desa di Kulon Progo yaitu, dua desa di wilayah sentolo, satu desa di wilayah Kokap dan satu desa di wilayah Girimulyo. Sedangkan program digitalisasi arsip daerah sampai saat ini telah berhasil membuat arsip digital sebanyak 728 arsip digital yang meliputi, arsip prestasi Kulon Progo, Foto-foto kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo, Dokumentasi pembangunan, hasil pemilukada dan gempa bumi 2006. "Digitalisasi arsip yang telah kami lakukan menggunakan sebuah aplikasi kearsipan yang dinamakan Sistem Informasi dan Kearsipan Statis dan bisa dilihat menggunakan koneksi internet baik komputer maupun smartphone," lanjut Harminto.
Sedangkan "Gramedia Book Fair 2017" akan digelar selama tiga minggu lebih atau tanggal 6-30 Juli 2017. Buku-buku yang disediakan diperuntukkan untuk semua kalangan masyarakat dari tingkat anak sekolah sampai dewasa. Hal ini merupakan bentuk kerjasama yang disinergikan dengan program disperpusip sehingga akan ada diskon tersendiri bagi peminat buku.
Sementara itu, salah seorang pengunjung penyandang disabilitas Rizal (17) siswa SMAN I Pengasih mengatakan tanggapan baiknya terhadap pencangan program pelayanan perpustakan bagi kaum disabilitas. Menurutnya, program tersebut merupakan terobosan yang baik yang akan sangat membantu bagi perkembangan pendidikan khususnya bagi anak-anak sekolah penyandang disabilitas di Kulon Progo. "Program ini baik, dan saya sangat mendukung karena bisa mengakomodir kepentingan perkembangan pendidikan di Kabupaten Kulon Progo," katanya.
Di sisi lain, Bupati Kulun Progo yang diwakili oleh Wabup Drs. Sutedjo mengapresiasi terhadap program-program yang dicanangkan Disperpusip. Menurut wabup, banyak hal yang bisa dilakukan untuk bisa memberi manfaat kepada orang lain. Termasuk program-program disperpusip untuk mendukung program percepatan pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan publik. "Yang terpenting dalam melakukan sesuatu kita harus memahami tiga hal yaitu, iman, ilmu dan amal. Dengan iman kita bisa mendapatkan ilmu yang manfaat yang bisa kita amalkan untuk memberikan sesuatu kebaikan kepada orang lain." katanya.
Selanjutnya, ilmu juga yang telah membawa kita kepada keadaan seperti saat ini. Karena dengan teknologi saat ini, kita bisa melihat dalam waktu yang hampir bersamaan dengan kejadian-kejadian di berbagai belahan dunia. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu telah memberikan sebuah perubahan yang luar biasa terhadap peradapan kehidupan manusia, lanjutnya.