Antisipasi ‘Klithih’ Satpol PP Kulon Progo Giatkan Patroli dan Penertiban Non Yustisi

Guna mengantisipasi merebaknya kasus ‘klithih’ yang beberapa waktu belakangan ini kembali meresahkan masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kulon Progo mengencarkan patroli malam dan penertiban non yustisi. Seperti dilakukan Selasa (21/3) malam, di wilayah Kecamatan Wates dan Temon, dengan menggandeng beberapa instansi terkait lainnya seperti, Kodim 0731, Polres Kulon Progo serta Dinas Pariwisata Kulon Progo.
Dalam operasi tersebut, petugas patroli berusaha untuk mendatangi titik-titik yang sering digunakan untuk berkumpul orang-orang. Selanjutnya, dilakukan himbauan kepada masyarakat yang ditemui, untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban agar senantiasa tercipta suasana kondusif.
Operasi dilanjutkan dengan monitoring tempat hiburan malam (karaoke), yang disinyalir masih membuka usaha secara kucing-kucingan meskipun telah dilakukan penutupan oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo. Ada empat lokasi karaoke yang dimonitor yaitu, Blass, King, Dewata dan Caesar. Hasilnya, dua lokasi sudah ditutup dan di dua lokasi ditengarai masih membuka usaha. Karena di dua tempat karaoke petugas masih mendapati dua orang Ladies Companion (LC) yaitu, ITE (25) yang beralamat di Galur, Kulon Progo dan Ftr (21) beralamat di Blora, Jawa Tengah serta satu botol miras.
Kepada LC yang ditemui dalam operasi, dilakukan pembinaan agar tidak lagi menjadi LC di tempat-tempat usaha karaoke yang telah ditutup. Sedangkan bagi pemilik usaha tempat karaoke, petugas memberikan peringatan agar melaksanakan keputusan pemerintah daerah untuk menutup tempat hiburan malam tersebut secara permanen.