LOKER TIDAK TERISI SEJUMLAH 1.813

Pada tahun 2016, Dinas tenaga kerja dan Transmigrasi Kulon Progo mencatat lowongan kerja ( Loker) yang tidak terisi ada sejumlah 1.813 formasi, dari jumlah 3.912 formasi yang terisi hanya 2.099 formasi. Sementara itu jumlah pencari kerja ada sejumlah 2.887 orang. Jika dilihat tingkat pemenuhannya baru mencapai 72,71 %. Hal ini disampaikan Kepala dinas Tenaga Kerja dan transmigrasi Kulon progo, Eko Wisnu Wardana , SE, pada acara Penyuluhan Penempatan Tenaga Kerja dalam Negri bertempat di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat, Rabu ( 16/3).
Kegiatan penyuluhan Penempatan tenaga kerja ini diikuti oleh BKK ( Bursa Kerja Khusus) yang ada di seluruh SLTA se Kulon Progo dan beberapa pengurus KIM ( kelompok Informasi Masyarakat) di Kulon Progo.
Ketimpangan antara jumlah lowongan kerja dengan jumlah penempatan kerja disinyalir sebagai akibat beberapa kemungkinan, mungkin data tidak valid, mungkin karena kopetensi pencari kerja yang rendah, mungkin karena keberhasilan penempatan kerja di sektor informal, dan dimungkinkan sikap menunggu para pencari kerja terhadap perkembangan lowongan kerja di tingkat lokal, terkait dengan adanya pembangunan Bandara, pelabuhan, perkembangan kawasan industri dan yang lainnya.
Sebagai upaya untuk optimalisasi pelayanan penempatan tenaga kerja Dinas tenaga Kerja dan transmigrasi telah membentuk dan memberdayakan Bursa kerja Khususus (BKK) , membangun jejaring kerja ketenagakerjaan daerah dengan stkeholders, optimalisasi IPK/BOL online, sosialisasi penempatan, dan perlindungan TKI serta Pemberdayaan TKI. Sejak dirintis tahun 2014 sekarang telah berdiri 28 BKK.
Kepala Dinas Tenaga kerja dan transmigrasi Propinsi DIJ, Dr. Andung, yang ikut hadir dalam kegiatan ini mewanti-wanti agar masyarakat waspada terhadap berbagai upaya penipuan terhadap para pencari kerja. Dikatakannya bahwa penipuan dapat terjadi kegiatan seminar, bahkan di kegiatan pengajian. Kejadian yang baru-baru ini terjadi adalah adanya kegiatan seminar yang menyasar para lulusan pendidikan Keperawatan, di antara kegiatan seminar tersebut dilaksanakan "perekrutan tenaga kerja" perawat yang ternyata adalah penipuan. Terhadap hal-hal seperti ini pencari kerja harus ekstra hati-hati. Konfirmasi atau minta penjelasan ke Dinas Tenaga kerja adalah jalan terbaik. Dan perlu untuk diketahui bahwa, layanan di dinas tenaga kerja tidak dipungut biaya apapun.