DALAM PEMBANGUNAN KULON PROGO HARUS MELAKUKAN LOMPATAN

Bandara berkelas internasional yang dibangun di Kulon Progo mengharuskan adanya lompatan-lompatan dalam proses pembangunan. Misalnya, rumah sakit yang ada saat ini belum berkelas internasional diharapkan pada waktu mendatang segera melompat menjadi Rumah sakit berkelas internasional, demi menyesuaikan dengan bandara yang berkelas internasional tersebut. Demikian juga fasilitas-fasilitas yang lain diharapkan untuk menyesuaikan standar internasional. Hal ini disampaikan Pj Bupati Kulon Progo, Budi Antono, di hadapan tim Pembina KLA ( Kabupaten Layak Anak) dari Propinsi DIY, di Ruang Bupati, Senin ( 6/3).
Budi Antono mengatakan, jika berbagai fasilitas pendukung yang berkelas internasional tersedia, maka Kulon Progo bukan hanya menjadi tempat numpang lewat. Dengan tidak hanya menjadi tempat numpang lewat maka ada harapan ada berbagai keuntungan yang diperoleh Kulon Progo. Untuk itu perlu disiapkan strategi besar yang harus disiapkan dengan matang. Rencana bedah Menoreh, Jalan Lintas selatan, Pembangunan Jalan Tol, dan Pembangunan Jalan yang sudah ada harus disikapi dengan dengan tepat. Dengan demikian diharapkan masyarakat Kulon Progo nantinya tidak hanya menjadi penonton, namun menjadi pihak yang ikut mendapatkan keuntungan adanya pembangunan Bandara Internasional di wilayahnya.
Terkait dengan audiensi Tim KLA dari Propinsi DIY, Budi Antono mengharapkan perlunya menyiapkan sesuatunya agar anak siap menghadapi dampak bandara baru. Dampak bandara tentu sangat besar, penyiapan agar anak siap menghadapi, kiranya perlu dilaksanakan sejak dari sekarang. Menghadapinya dilakukan melalui lintas sektor, sementara itu pihak dunia usahapun diharapkan keterlibatannya.
Sementara itu, tim KLA dari propinsi menginformasikan bahwa tahapan penilaian sebagai Kabupaten Layak Anak akan dimulai dengan pengisian data tanggal 8 Maret sampai dengan 4 April 2017. Data yang dimasukkan harus benar, karena jika diverifikasi ternyata data tidak ada/ tidak benar maka langsung dinyatakan gugur.
Dalam hal proses input data PJ Bupati mengharapkan agar data di lapangan dicermati dengan baik, karena banyak kegiatan yang tergolong menyasar kehidupan anak yang berada di berbagai intansi di Kulon Progo jumlahnya cukup banyak. Untuk itu maka pada saat memasukkan data diperlukan adanya diskusi dengan teman-teman yang menangani agar data yang ada tidak tercecer atau tidak dimasukkan.