Dinas Kominfo mengadakan Sosialisasi Pengelolaan Sampah untuk Kelompok Informasi Masyarakat

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo mengadakan Sosialisasi Pengelolaan Sampah untuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Kulon Progo di Rumah Makan Ingkung Mbah Wongso, Pedukuhan Ngrojo, Kalurahan Kembang, Nanggulan pada Selasa (26/10/2021)

 

Hadir dalam acara ini, unsur Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo, Perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), serta Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo beserta jajaran.

 

Pada kesempatan ini, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik, Ir. Heri Budisantosa mengatakan pelaksanaan sosialisasi untuk KIM sudah merupakan agenda tahunan, dalam satu tahun terdapat empat kali sosialisasi KIM, karena fungsi dari Kominfo sendiri adalah sebagai pendamping Kelompok Informasi Masyarakat.

 

Lebih lanjut Heri Budi menjelaskan pada tahun ini sudah terbentuk sekitar 37 KIM, yang terdiri dari 11 KIM lama dan 26 KIM baru. Heri Budi berharap di masing-masing Kalurahan bisa dibentuk minimal satu KIM dan bisa menjalankan fungsinya sebagai mitra pemerintah Kalurahan.

 

“Jadi jika di Kulon Progo ini ada sekitar 87 Kalurahan, maka nanti paling tidak dibentuk 87 KIM. Mudah-mudahan KIM ini nanti bisa sebagai mitra pemerintah Kalurahan dalam melaksanakan pembangunan yang ada, juga menjalankan fungsi utama sebagai media penyebarluasan informasi” ujar Heri Budi.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik, Bambang Susilo, S.Si., M. Eng., menjelaskan Forum KIM diadakan rutin dalam rangka untuk bisa bertemu bersilaturahmi, tukar pendapat serta sharing terhadap kegiatan di masing-masing KIM. KIM mempunyai tugas pokok untuk ikut menyebarluaskan informasi secara dua arah, baik dari pemerintah ke masyarakat maupun dari masyarakat ke pemerintah.

 

“Pada dasarnya KIM prinsip pembentukannya adalah prinsip mandiri, swadaya, tidak ada paksaan dari pemerintah untuk membentuk. Masyarakat gotong royong bersama-sama mewujudkan terbentuknya KIM di tiap desa” tambah Bambang.

 

Pada kesempatan ini, Tristijanti, SIP, M.Si., selaku narasumber menjelaskan beberapa permasalahan sampah yang ada antara lain kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, pengelolaan sampah yang belum menerapkan prinsip reduce, reuse dan recycle serta pengelolaan sampah belum dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir.

 

“Beberapa masalah tersebut mengakibatkan dampak negatif seperti pencemaran lingkungan, timbulnya penyakit serta mengganggu keindahan” jelas Tristijanti.

 

Lebih lanjut Tristijanti menambahkan untuk mengatasi dampak negatif dari sampah bisa dilakukan upaya pengelolaan sampah. Upaya tersebut terkait dengan bagaimana merubah perilaku supaya menjadi budaya, dari dipaksa menjadi terpaksa, dari terpaksa menjadi bisa, kalau sudah bisa menjadi biasa. Kalau sudah biasa menjadi budaya, semua itu butuh komitmen berbagai pihak bagaimana merubah perilaku terkait dengan pengelolaan sampah minimal di rumah masing-masing.

 

Setelah paparan dari narasumber, acara dilanjutkan dengan diskusi serta sesi tanya jawab dari peserta perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat se-Kabupaten Kulon Progo.

 

Ns/IKPS/Kominfo